Borneo Olah Sarana Sukses Siap Melantai di Pasar Modal

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 15 Feb 2018 09:00 WIB
emitenbeipasar modalipoBorneo Olah Sarana Sukses
Borneo Olah Sarana Sukses Siap Melantai di Pasar Modal
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: PT Borneo Olah Sarana Sukses akan merealisasikan pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Dengan demikian perseroan secara resmi menjadi emiten kedua yang melepaskan sahamnya di pasar modal pada 2018 ini.

Melalui aksi IPO ini perusahaan melepas saham sebanyak-banyaknya 400 juta saham.‎ N‎ilai nominal saham yang dipatok dengan harga Rp100 per saham, sedangkan harga ‎penawaran resmi IPO yang dilepas ke publik sebesar Rp400 per saham.

Proses IPO perseroan direalisasikan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018, bertepatan dengan pembukaan perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Dengan demikian perusahaan akan mendapatkan kode ticker saham BOSS.

Perusahaan akan meraup dana segar lebih dari Rp160 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Perusahaan sudah menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Mega Capital Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).

Catatan Medcom.id‎, dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp50 miliar digunakan untuk melakukan pelunasan pokok utang kepada pihak ketiga yaitu Bank Victoria International dengan tingkat bunga 7,25 persen per tahun, dan sisanya akan digunakan untuk penyediaan infrastruktur, sarana dan prasarana pada perusahaan dan entitas anak usaha.

‎Borneo Olah Sarana Sukses bergerak dalam bidang usaha konstruksi penambangan, pengolahan, dan pemurnian, perdagangan dan pengangkutan. Sebelum IPO, saham Borneo Olah Sarana Sukses dimiliki oleh PT Megah Prakarsa Utama sebesar 63,14 persen.

Selain itu, dimiliki sebesar 13,68 persen dimiliki PT Sapphire Mulia Abadi, sebesar 13,68 persen dimiliki PT Kencana Unggul Semesta, sebesar 6 persen dimiliki PT Atjeh Pasifik Sejahtera, dan 3,5 persen dimiliki Kumar Jairamdaas Aildasani.


(ABD)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

7 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA