Analis Berharap Gerak Rupiah Lebih Positif

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 15 Feb 2018 09:20 WIB
kurs rupiah
Analis Berharap Gerak Rupiah Lebih Positif
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: Mata uang rupiah diharapkan dapat lebih positif pergerakannya di sepanjang hari ini. Dengan demikian, nilai tukar rupiah bisa mengalami penguatan terus menerus terhadap dolar Amerika Serikat (USD) seperti yang terjadi pada perdagangan hari kemarin.

Sebagaimana diketahui, mata uang rupiah naik 22 poin atau setara 0,16 persen ke posisi Rp13.629 per USD hingga penutupan perdagangan Rabu, 14 Februari 2018. Rupiah yang menguat pada hari kemarin ‎seiring indeks yang sedang merekah.

"Gerak rupiah yang bertahan di posisi positif harus diuji ketahanannya. Diharapkan sentimen positif terus ada untuk rupiah. Sehingga gerak rupiah lebih positif pergerakannya," kata ‎Analis Senior Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

‎Meski demikian, dia mengaku, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat memicu rupiah mengalami pelemahan kembali. Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.636 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.612 per USD.

Reza menyatakan, ‎nilai rupiah mampu bergerak positif sejalan dengan masih terdepresiasinya USD. Berkurangnya tekanan terhadap kekhawatiran pelaku pasar akan percepatan kenaikan agresif tingkat suku bunga The Fed memberikan kesempatan bagi mata uang lainnya terhadap USD untuk berbalik menguat.

"Terutama pada mata uang euro dan yen Jepang yang mampu menguat terhadap USD," jelas Reza.

Pelemahan pada USD, masih kata Reza, didasari pada aksi tunggu pelaku pasar terhadap rilis inflasi di AS. Di sisi lain, rilis kenaikan pertumbuhan ekonomi Jerman memberikan sentimen positif pada naiknya EUR.

Adapun rupiah yang mampu menguat kali ini, lanjut dia, dengan memanfaatkan momentum terjadinya kenaikan meski tidak banyak sentimen positif dari dalam negeri. "Tapi, hasilnya positif bagi rupiah," pungkas dia.


(ABD)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

7 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA