Mundurkan RUPST

Masa Jabatan Tinggal "Menghitung Hari", Bos BEI Menuruti OJK

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 08 Jun 2018 14:44 WIB
ojkbei
Masa Jabatan Tinggal
Direktur Utama BEI Tito Sulistio. (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta: Otoritas Jasa Kesiangan (OJK) memerintahkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menunda penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dari sebelumnya 25 Juni 2018 menjadi 29 Juni 2018.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio pun mengikuti keputusan yang digelontorkan OJK. Penundaan tersebut sejalan dengan proses pendalaman lebih lanjut terhadap pemilihan calon direksi BEI.

Tito mengatakan OJK mempunyai kekuasaan penuh dalam menyeleksi calon pimpinan yang ada di pasar modal untuk periode 2018-2021.

"Kalau dapat perintah tunda, ya kami tunda. Karena, saya prajurit. Itu hak penuh dari OJK," ucap Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Selain itu Tito mengaku belum mengetahui dengan jelas nama-nama direksi BEI baru yang terpilih. Padahal, masa jabatan Tito tinggal "menghitung hari" yakni pada akhir Juni 2018.

Dia mengaku pertanyaan terkait direksi terpilih harus ditanyakan langsung ke Ke‎tua DK OJK Wimboh Santoso. "Itu bukan wewenang saya, tanya langsung ke Wimboh (Ketua DK OJK), saya belum tahu (soal Direksi BEI baru)," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, ada empat‎ paket yang telah maju untuk menjadi direksi BEI periode 2018-2021, terdiri dari paket petahana Direktur Utama BEI‎ Tito Sulistio, paket Laksono Widodo (Mandiri Sekuritas), paket mantan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Boyke Mukijat, dan paket Inarno Djajadi selaku Komisaris BEI.

‎Adapun nama-nama paket yang dibawa, Tito Sulistio membawa Edgar Ekaputra (memiliki pengalaman berpuluh tahun di bidang perbankan dan pasar modal), Erna Dewayani (lama berkarir di bursa, jabatan terakhir Kepala Divisi Pengembangan Investor), Alpino Kianjaya (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Chaeruddin Berlian (Direktur Keuangan dan SDM BEI), Abdul Munim (Kepala Divisi Operasional Teknologi BEI), dan Hasan Fawzi (Direktur Utama KPEI).

Kemudian Laksono Widodo (Direktur Mandiri Sekuritas) membawa Rudy Utomo (Direktur Utama Evergreen), Nyoman (Kepala Divisi Pencatatan BEI), Fithri Hadi (Peneliti Senior OJK), Risa Guntoro (Direktur Macquire), Arishandi Indrodwisatio (Direktur Mirae Asset Securities), dan Adrian Rusmana (Direktur Utama Dana Pensiun Pertamina).

Sementara itu, Inarno Djajadi membawa Anita (Direktur Utama Reliance Sekuritas), Andy Salah (Direktur Trimegah Securities), Johannes Liaw (Kepal Divisi IT BEI), Zaki Mubarak (Direktur Bosowa), John Tambunan (Direktur Citi Securities), dan Justisia Tripurwasani (mantan Direktur BEI).

Selain itu Boyke Mukijat sebagai calon Direktur Utama BEI membawa Ignatius Girindro Sri Nirbito (Direktur Utama Indonesia SIPF), Jeffry Wikarsa (Direktur Utama PT NH Korindo Sekuritas Indonesia), Mas Mokhamad Sudarmaji (Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia), Kristian Sihar Manullang (Direktur PT PEI), Poltak Hotradero (Peneliti Senior Bidang Ekonomi di BEI), dan Susy Meilina (Direktur Utama PT MNC Sekuritas).


(AHL)