BEI Siap Tampung Penerbitan MTN

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Jun 2018 17:19 WIB
beipasar modal
BEI Siap Tampung Penerbitan MTN
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio Medcom/Desi Angriani.

Jakarta: ‎Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengamanatkan ke PT Bursa Efek Indonesia untuk mengatur penerbitan surat utang jangka menengah (MTN). Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi lagi kasus gagal bayar MTN seperti yang sedang dipikul oleh PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance).

Adanya amanat itu, langsung direspons baik oleh Direktur Utama BEI Tito Sulistio. Untuk bisa memudahkan mekanisme pengawasan yang dilakukan oleh OJK dan bursa OJK akan mengawasi skema lewat regulasi sementara bursa mengawasi perusahaan yang menerbitkan.

"Kami siap melaksanakan, dan bursa akan melakukan surveillance dengan benar terhadap perusahaan penerbit. Kami sangat setuju dengan rencana OJK itu," ucap Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Dia mengaku ada sejumlah catatan agar penerbitan MTN tidak menimbulkan masalah. Hal pertama, otoritas perlu melakukan pembatasan dari sisi nilai, sehingga mendapatkan nilai wajar MTN yang diterbitkan perusahaan.

Kedua, penerbitan MTN harus menyisipkan rating dalam memberi kepercayaan bagi investor. Ketiga, perlu ada sertifikasi yang menyusun laporan keuangan suatu perusahaan. Lalu, pembuat laporan keuangan pun harus independen dan tidak terafiliasi oleh perusahaan yang bersangkutan.

‎"MTN itu jangka pendek, kadang-kadang di kisaran satu sampai tiga tahun. Jadi perlu pembatasan, dan ada beberapa yang dibenahi. Rating MTN pun akan meraih nilai plus," pungkas dia.‎

Ketua Dewan OJK Wimboh Santoso sebelumnya mengatakan otoritas bakal membuat aturan, jika pemberian izin penerbitan MTN ada di bursa. Dengan begitu, bisa lebih terbuka atau transparan. Sehingga, tidak ada lagi, tingkah laku perusahaan seperti SNP Finance.

"Kita akan berpikir, kalau perlu semua MTN ini bisa saja nanti dikeluarkan melalui bursa. Ini sedang kita kaji dan pikirkan. Biar dengan melalui bursa lebih transparan," terang Wimboh.

Wimboh mengklaim, OJK tidak kecolongan dengan adanya kasus SNP Finance. Karena, perusahaan mereka tidak lapor ke OJK. "Ya mereka engga lapor ke kita. Audit akuntan publik bukan di periksa OJK. Dan waktu mengeluarkan kan bukan dari OJK juga," jelas dia.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA