Kuartal III, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat ke Rp13.800/USD

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 17 May 2018 17:52 WIB
rupiah menguatkurs rupiah
Kuartal III, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat ke Rp13.800/USD
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak akan berlanjut. Bahkan rupiah diprediksi mampu kembali ke level sebelumnya berada di bawah Rp14 ribu per USD.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton H Gunawan mengatakan saat ini rupiah sudah cukup undervalue. Meski sempat menyentuh level Rp14.100 per USD, namun Anton memperkirakan rupiah bisa kembali ke level Rp13.800 per USD seperti sebelumnya.

"Akhir tahun bisa menguat lagi di bawah Rp14.000 walau saat ini sangat krusial hampir Rp14.100 per USD. Kita tidak diperkirakan tidak akan langsung ke Rp15 ribu, akhir tahun Rp13.800 per USD," kata dia di Plaza Mandiri, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Mei 2018.

Menurut Bloomberg, rupiah naik 38 poin dengan berada pada Rp14.059 per USD. Yahoo Finance melansir rupiah naik 43 poin dengan berada pada Rp14.047 per USD, sedangkan rupiah menurut Bank Indonesia (BI), naik 20 poin dengan berada pada Rp14.074 per USD.

Ekonom Mandiri Sekuritas Leo Putra Rinaldy menambahkan, pelemahan rupiah bukan hanya dipengaruhi faktor global. Namun ada efek seasonal dari dalam negeri yang menyebabkan rupiah mengalami tekanan.

"Rupiah pressure ada efek seasonal, kalau kita lihat tekanan rupiah sampai sekarang ini bukan dari impact di financial side saja. Misal dari defisit neraca perdagangan, lalu ada dividen payment, sehingga CAD peak-nya di kuartal II," jelas dia.

Meski begitu, tekanan musiman terhadap rupiah akan kembali normal pada kuartal III mendatang. Pada saat itu, BI bisa memberikan stimulus agar upaya menjaga stabilitas rupiah menampakkan hasil.

"Kalau semua mulai unwind pressure dari sisi riil ini akan mulai normal lagi. Makanya timing kenaikan rate penting, makanya efek itu policy yang bisa menstabilkan rupiah saat efek seasonal juga hilang, kuartal III harusnya normal lagi," pungkasnya.

 


(AHL)