Waskita Toll Road Terbitkan RDPT Rp5 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 10 Apr 2018 18:46 WIB
Waskita Toll Road
Waskita Toll Road Terbitkan RDPT Rp5 Triliun
Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto (kedua dari kiri). (FOTO: Medcom.id/Dian Ihsan)

Jakarta: PT Waskita Toll Road (WTR) meraih pendanaan senilai Rp5 triliun melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Ekuitas Danareksa Infrastruktur Trans Jawa (RDPT).

RDPT berbasis ekuitas terbesar di Tanah Air ini diterbitkan oleh PT Danareksa Investment Management (DIM) sebagai Manajer Investasi dan PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) sebagai Bank Kustodian, di mana dalam transaksi ini Danareksa Sekuritas bertindak sebagai arranger.

Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto menjelaskan RDPT ekuitas ini menggunakan underlying asset saham WTR di perusahaan investasinya yaitu PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR). WTR mengelola tiga ruas tol yaitu Kanji-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo dengan panjang ruas tol keseluruhan mencapai 123,8 kilometer (km).

Penerbitan RDPT ekuitas ini merupakan langkah strategis dan sinergi positif dengan sesama BUMN untuk memperkuat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Melalui penerbitan RDPT ini WTR memiliki ruang yang lebih lebar untuk menyelesaikan proyek existing dan melakukan investasi di proyek jalan tol baru.

"Hanya dalam dua bulan produk ini langsung terserap hingga Rp5 triliun, ini pencapaian yang luar biasa," ucap Herwidiakto, usai penandatanganan perjanjian pembiayaan jalan tol lewat skema RDPT ekuitas di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa, 10 April 2018.

Herwidiakto menjelaskan sebagai bagian dari Waskita Karya Group, perseroan akan terus melakukan inisiatif untuk memperkuat dan meningkatkan kinerja dari setiap portofolio investasi di jalan tol. Apalagi Pemerintah melalui Kementerian PUPR menargetkan bahwa di 2025 nanti total ruas tol di Indonesia akan mencapai 6.115 km.

"Kami akan mengambil setiap peluang untuk meningkatkan nilai perusahaan dengan portofolio investasi yang tumbuh positif secara berkelanjutan. WTR juga akan terus mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan infastruktur jalan tol di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Herwidiakto.

Direktur Utama DIM Marsangap P Tamba menambahkan penerbitan RDPT ekuitas ini merupakan salah satu sumber pendanaan alternatif untuk proyek-proyek infrastruktur pemerintah, adapun RDPT ekuitas ini akan menggunakan dua skema transaksi.

Skema pertama, perseroan akan mengalihkan 57,14 persen saham lama WTR kepada RDPT senilai Rp2,85 triliun. Kemudian, WTR akan menerbitkan saham baru sebesar 30 persen kepada RDPT sebesar Rp2,15 triliun. Setelah transaksi ini, RDPT akan menguasai 70 persen saham WTTR, sementara saham WTR berkurang dari 99 persen menjadi 30 persen.

"RDPT ekuitas WTR ini memiliki jangka waktu lima tahun. RDPT ini merupakan solusi pendanaan alternatif bagi investor profesional dan proyek-proyek infrastruktur. Skema produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek maupun investor," ungkap Marsangap.

RDPT ekuitas merupakan suatu instrumen pendanaan yang merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada Portofolio Efek (ekuitas) yang berbasis kegiatan sektor riil.

Direktur Pengelolaan dan Pengendalian Portofolio WTR Joko W Widodo menyebutkan saat ini WTR telah melakukan investasi di 18 ruas tol di Indonesia, di mana lima ruas telah beroperasi secara komersial.

Pada 2020 perusahaan memproyeksikan akan mengoperasikan ruas tol sepanjang 889,23 km, yang mana sekitar 437,5 km di antaranya merupakan bagian dari ruas tol Transjawa yang beroperasi pada 2018.

"Besarnya minat investor terhadap penerbitan RDPT ekuitas ini menjadi bukti makin tingginya kepercayaan investor terhadap WTR dan prospek bisnis jalan tol di Indonesia," pungkas dia.


(AHL)