Produksi Batu Bara Bayan Resources Capai 8,4 Juta

Annisa ayu artanti    •    Senin, 06 Aug 2018 12:49 WIB
emiten
Produksi Batu Bara Bayan Resources Capai 8,4 Juta
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Jakarta: PT Bayan Resources Tbk (Bayan) melaporkan pencapaian volume produksi dan volume penjualan tertinggi pada kuartal II-2018.

"Kami juga melampaui target year-to-date (YTD) 2018 sebagaimana disebutkan dalam 2018 Guidance kami," kata Direktur PT Bayan Resources Tbk Jenny Quantero seperti dikutip dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 6 Agustus 2018.

Jenny menyebutkan, secara keseluruhan produksi overburden group mencapai 31,6 juta BCM (Bank Cubic Meter) atau meningkat sebesar 7,1 persen dari kuartal sebelumnya dan 84,3 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Seiring rasio pengupasan tanah yang rendah, produksi batu bara mencapai 8,4 juta MT meningkat 30,6 persen dari kuartal sebelumnya dan 92,1 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, pertumbuhan produksi ini menjadikan Bayan sebagai salah satu produsen batu bara dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.

Jenny menyebutkan pertumbuhan produksi ini berasal dari Tabang (saat ini konsesi PT Bara Tabang dan PT Fajar Sakti Prima) karena mobilisasi peralatan tambahan oleh kontraktor disertai peningkatan kondisi cuaca dan pembukaan area pertambangan low-strip di PT Bara Tabang.

Untuk penjualan, Bayan mencatat selama kuartal II-2018, volume penjualan grup meningkat menjadi 7,6 juta MT atau naik 15,6 persen dari kuartal sebelumnya dan 629 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Marjin EBITDA tinggi dan melampaui marjin pada kuartal I-2018, dan masih merupakan salah satu dari yang tertinggi di antara produsen batu bara tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

"Peningkatan marjin terlepas dari sedikit penurunan Harga Jual Rata-rata (ASP) dengan berlakunya pagu Harga Batubara Acuan (HBA) senilai USD70 per MT dan peningkatan volume penjualan dalam negeri, yang terutama disebabkan biaya tunai lebih rendah," jelas Jenny.

Secara keseluruhan, EBITDA kuartal II-2018 diantisipasi sekitar USD400 juta. Angka ini masih akan dikaji oleh PwC.


(AHL)


Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

Kemenkeu Masih Tunggu Proposal Baru Investor Merpati

44 minutes Ago

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu proposal baru dari calon investor yang akan meny…

BERITA LAINNYA