Rupiah Pagi Terhempas ke Zona Negatif di Rp14.070/USD

Angga Bratadharma    •    Rabu, 16 May 2018 08:45 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Terhempas ke Zona Negatif di Rp14.070/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat terhempas ke zona negatif dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.037 per USD. Meningkatnya imbal hasil surat utang Amerika Serikat (AS) secara perlahan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Mengutip Bloomberg, Rabu, 16 Mei 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.070 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.070 per USD dengan year to date return di 3,56 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah menurut Yahoo Finance berada di posisi Rp13.853 per USD.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 193 poin atau 0,78 persen, menjadi ditutup di 24.706,41 poin. Indeks S&P 500 merosot 18,68 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 2.711,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 59,69 poin atau 0,81 persen, menjadi 7.351,63 poin.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang menjadi acuan mencapai 3,09 persen pada Selasa 15 Mei, level tertinggi sejak 2011. Imbal hasil baru-baru ini telah melonjak karena tanda-tanda meningkatnya inflasi yang memicu spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini.



Probabilitas bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini naik di atas 50 persen untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk pasar berjangka fed funds.

Para analis mengatakan investor juga khawatir biaya pinjaman yang meningkat dapat memperlambat ekonomi. Pergerakan dalam imbal hasil di atas 2,9 persen awal tahun ini memicu koreksi untuk pasar ekuitas AS.

Di bidang ekonomi, perkiraan awal penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS untuk April mencapai USD497,6 miliar atau meningkat 0,3 persen dari bulan sebelumnya, sejalan dengan ekspektasi pasar, kata Departemen Perdagangan AS.

 


(ABD)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

14 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA