BEI Targetkan 25.000 Agen Tersertifikasi Penjual Produk Pasar Modal

Amaluddin    •    Minggu, 18 Sep 2016 15:56 WIB
bei
BEI Targetkan 25.000 Agen Tersertifikasi Penjual Produk Pasar Modal
illustrasi. ANTARA/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Surabaya: Berbagai cara dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menumbuhkan investor terhadap pasar modal Indonesia. Diantaranya memberikan sertifikasi kepada pemegang lisensi produk pasar modal, seperti pemegang lisensi Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) serta wakil manajer Investasi (WMI).

"Pasar Modal Indonesia membutuhkan sekitar 25 ribu Sumber Daya Manusia (SDM), dalam waktu lima tahun kedepan," kata Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Surabaya, Dewi Sriana Rihantyasni, seperti diberitakan Minggu (18/9/2016).

Menurut perempuan yang akrab disapa Ana ini, jumlah pemegang lisensi yang ada saat ini masih minim. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kata dia, hingga kuartal II tahun ini jumlah pemegang lisensi untuk WPPE sekitar 8.705 orang, WPEE 1.991 orang, WMI 2.932 orang.

"Sejauh ini memang masih sulit memberikan edukasi tentang pasar modal, apalagi nantinya WPPE dan WPPE ini yang akan menjual produk pasar modal, maka diharapkan dengan adanya perekrutan serta seritifikasi maka akan semakin banyak produk pasar modal yang terjual," jelas Ana.

Sedangkan sejauh ini, investor di Indonesia masih sangat kurang dari kondisi ideal. Yakni masih di bawah satu persen atau sekitar 500 ribu investor dimana normal  sebuah negara memiliki satu persen investor dari total jumlah penduduknya. 

"Dan investor yang ada di Indonesia masih sangat sedikit, dari 250 juta penduduk Indonesia baru 500 ribu investor, masih sangat jauh sekali," terang Ana.

Tahun ini, kata Ana, BEI menarget ada penambahan investor sampai 300 ribu investor. Sedangkan di Jawa Timur Ana menargetkan terjadi penambahan investor sekitar 40 ribu orang. Namun, hingga Juli tahun ini, baru sekitar 7 ribu hingga 8 ribu investor baru yang terdaftar. 

"Sedangkan total investor di Jatim ada dikisaran 60 ribu orang," katanya.

Selain rendahnya pengetahuan masyarakat dan kurang percayanya masyarakat terhadap pasar modal. Perkembangan pasar modal juga kurang didukung oleh sektor perbankan. Dimana setiap investor baru harus ke Perbankan terlebih dahulu untuk membuka rekening pasar modal.

"Di Surabaya baru Bank Mandiri yang bisa, lainnya harus ke Jakarta, maka dari itu dibutuhkan peranan dari banyak pihak untuk menaikkan pasar modal, dari BEI, perusahaan sekuritas, perbankan dan lainnya," pungkas Ana.



(SAW)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA