Amnesti Pajak Jadi Penentu IHSG Keluar dari Tekanan The Fed

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 21 Sep 2016 15:42 WIB
ihsgtax amnesty
Amnesti Pajak Jadi Penentu IHSG Keluar dari Tekanan The Fed
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan terus dibayangi oleh rencana Federal Reserve terkait suku bunga acuan apakah dinaikkan, tetap, atau diturunkan. Apabila sudah ada kejelasan mengenai kebijakan the Fed maka diperkirakan gerak IHSG akan kembali menguat.

K‎epala ‎Analis PT NH Korindo Securites Indonesia Reza Priyambada‎ tidak menampik keputusan dari pertemuan the Fed memberikan dampak terhadap gerak IHSG. Namun, lanjutnya, hal itu tidak hanya dipengaruhi oleh the Fed melainkan juga dipengaruhi oleh keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21-22 September.

"Selain itu juga masih menunggu keputusan Bank of Japan (BoJ) terkait stimulus moneternya. Jadi ada tiga, dari the Fed, RDG BI, dan keputusan BoJ. Tapi yang paling penting itu the Fed. Setelah the Fed selesai maka akan terlihat kembali potensi indeks naik," ungkap Reza, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Baca: Pasar Modal Belum Teraliri Dana Repatriasi Amnesti Pajak

Reza memperkirakan, setelah the Fed sudah menentukan suku bunga acuannya maka gerak IHSG akan mengalami penguatan ke level resisten terdekat 5.340-5.350. "Tapi saat ini masih akan cenderung bergerak flat. Biasanya seperti itu, the Fed selesai maka akan terbantu," tegas Reza.

Sedangkan sentimen dari dalam negeri lainnya, lanjut Reza, banyak dibayangi oleh sukses atau tidaknya program amnesti pajak termasuk pergerakan nilai tukar rupiah. Apabila keduanya berjalan baik maka ada dorongan positif yang membantu indeks naik dari tekanan keras the Fed.

"Yang utama paling dari progress amnesti pajak, dan rupiah yang bisa membantu indeks," terang Reza.

Baca: OJK Panggil Bank-Bank Singapura Terkait Amnesti Pajak

Sementara itu, mengenai indeks yang melemah sekarang ini, Reza menilai, kebanyakan dampaknya akibat dari investor yang melakukan aksi ambil untung atau profit taking. "Sekarang yang turun mungkin lebih ke aksi ambil untung," jelas Reza.

Sampai saat ini, indeks bergerak di zona pelemahan dan belum mengalami penguatan secara signifikan. Sampai penutupan sesi pertama di Rabu 21 September, indeks ditutup melemah tipis 0,922 poin atau setara 0,017 persen ke posisi 5.300. Gerak indeks tertinggi sempat mencapai 5.295 dan terendah mencapai 5.275.




(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA