Gandeng Bursa Malaysia, Investor RI Bisa Beli Saham dari Negeri Jiran

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 22 Sep 2016 17:53 WIB
emiten
Gandeng Bursa Malaysia, Investor RI Bisa Beli Saham dari Negeri Jiran
Direktur Penilaian Perusahaan Samsul Hidayat. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menjajaki kerja sama dengan Bursa Efek Malaysia dalam membentuk ‎market akses. Nantinya, pelaku pasar (investor) dari kedua negara bisa membeli saham di bursa yang berbeda melalui perantara perusahaan sekuritas (broker).

Baca: BEI Incar Emiten Cross Border Offering dengan Bursa Malaysia

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat menegaskan, rencana kerja sama dengan bursa Malaysia tersebut masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski ada kendala, setidaknya pada tahun ini ada satu saham yang bisa direalisasikan dari target 10 perusahaan.

"Karena kita sudah MoU dengan Malaysia-nya. Ini disebut market akses, untuk follow up dari MoU itu apa nih yang bisa direalisasikan, kemarin sudah kita bicarakan ya kemungkinan ada satu tahun ini," ucap Samsul, ditemui di kantor pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Market akses yang dijalankan oleh bursa Indonesia dan Malaysia, nantinya memudahkan investor di Indonesia membeli saham perusahaan yang ada di Malaysia. Begitu juga sebaliknya, investor Malaysia bisa membeli saham perusahaan di Indonesia.

"Produknya tidak di-listing-kan, tapi bisa diakses oleh kedua investor dari masing-masing negara. Broker yang main. Buka account sendiri di negara masing-masing," jelas Samsul.

Terkait broker dari Indonesia yang diberi amanat‎ untuk menjalankan market akses, Samsul mengaku, manajemen bursa belum menunjuk. Karena, penunjukan broker harus berkoordinasi dengan OJK. Market akses sendiri sudah terjadi antara bursa Singapura dan Hong Kong untuk meningkatkan likuiditas, kapitalisasi pasar, dan valuasi pasar modal Indonesia.

"Kriteria sahamnya nanti belum yang pasti kita akan kerjakan. Tapi, tahap awal mungkin yang syariah dulu. Karena kita kan mau mengembangkan dunia keuangan syariah diawal," tutup Samsul.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA