Rupiah Sore Bergerak Melemah ke Rp13.073/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 13 Oct 2016 16:46 WIB
kurs rupiah
Rupiah Sore Bergerak Melemah ke Rp13.073/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan sore terpantau bergerak melemah bila dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi tadi di Rp13.032 per USD. Sejauh ini, nilai tukar rupiah belum mampu menguat dan kembali ke level Rp12.000 per USD.

Mengutip Bloomberg, Kamis 13 Oktober, nilai tukar rupiah pada perdagangan sore berada di posisi Rp13.073 per USD melemah sebanyak 55 poin atau setara 0,42 persen. Day range nilai tukar rupiah di Rp13.015 per USD sampai Rp13.090 per USD dengan year to date return di minus 5,17 persen.

Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.075 per USD. Level terendah nilai tukar rupiah di Rp12.997 per USD dan level tertinggi nilai tukar rupiah di Rp13.078 per USD. Sedangkan nilai tukar rupiah menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) berada di posisi Rp13.028 per USD.

Sebelumnya, selama tidak ada sentimen negatif yang mampu menekan maka gerak nilai tukar rupiah mampu meneruskan tren positifnya terhadap mata uang USD. "Gerak support hari ini di posisi Rp13.065 per USD, dan resisten di level Rp12.980 per USD," ‎ucap Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada‎.

Baca: Nilai Tukar Rupiah Masih Melemah

‎Reza menjelaskan, mata uang Garuda kemarin ditutup menguat terbatas. Hal itu memanfaatkan momentum pelemahan terbatas yang terjadi pada USD Indeks. Meski begitu, rupiah kini cenderung stabil untuk setidaknya berada di area Rp12.900-an per USD dalam jangka pendek.

Sedangkan, nilai tukar poundsterling perkasa terhadap USD. Bahkan penguatannya menuju ke level paling tinggi dalam dua bulan terakhir. Kenaikan kemarin merupakan yang terbesar sejak 16 Agustus lalu.

Baca: Tekanan Pelemahan Rupiah Masih akan Terasa

Sementara, jika berhadapan dengan euro, poundsterling menguat 1,3 persen menjadi 0,90 per euro. Penguatan pound dipengaruhi oleh langkah Perdana Menteri Inggris Theresa May yang setuju bahwa Parlemen Inggris harus dipersilakan melakukan voting atas rencananya terkait Brexit.


(ABD)