Kenaikan Rating S&P akan Dongkrak Kinerja IHSG

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 20 Mar 2017 14:43 WIB
ihsg
Kenaikan Rating S&P akan Dongkrak Kinerja IHSG
ilustrasi IHSG.ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melintas ke posisi 5.540 di akhir minggu lalu, dengan nilai kapitalisasi  ke posisi tertinggi Rp6.018,79 triliun.  Positifnya pergerakan indeks dan nilai kapitalisasi dikarenakan selama satu pekan lalu investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp5,42 triliun.

‎‎Menurut Direktur Panin Asset Management Rudiyanto‎ akan memberikan pengaruh besar bagi pergerakan indeks hingga akhir 2017.  Dia memprediksi IHSG dapat melampaui level 6.000 jika lembaga rating S&P 500 menaikkan rating investasi di Indonesia.

"Kalau ada kenaikan rating, mungkin bisa lebih dari itu. Tapi kita belum dapat hitungannya. Kalau dilihat pasar modal beberapa tahun terakhir, 6.000 itu bisa saja tengah tahun sudah tercapai, terus fluktuatif. Kita lihat sekarang pasar modal sangat dinamis," jelas Rudiyanto, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 20 Maret 2017.

Masuknya dana asing ke Indonesia, dia menekankan, karena juga adanya sinyal bagus dari rencana S&P 500 yang akan menaikkan mljtingkat rating investasi di Indonesia.‎ 

"Kalau kita lihat aliran dana asing dari awal tahun baru net buy seminggu terakhir ini. Sebelumnya seminggu buy seminggu sell. Jadi fluktiatif. Begitu ada rumor kenaikan grade investment S&P tiba-tiba dalam satu hari kalau enggak salah net buy Rp1,5 triliun-Rp2,5 triliun," tutur Rudiyanto.


baca : S&P Sulit Berikan Rating Investasi untuk Indonesia

Dana asing yang terus mengalir ke pasar modal, bilang dia, mereka masuk ke saham-saham unggulan.‎ Sehingga mereka banyak mengarah saham-saham yang punya kapitalisasi besar.

‎"Awalnya mungkin saham kapitalisasi besar akan menguat baru nanti menyusul yang lain. Harusnya dia akan cukup dinamis. Jadi tidak spesifik sektor tapi biasanya kalau dana asing baru masuk yang diuntungkan saham yang besar-besar dulu," papar Rudiyanto.

Selain indeks bertengger ke posisi 6.000 di akhir 2017, dia pun memprediksi, nilai kapitalisasi ‎pasar di pasar modal Indonesia akan memuncak ke level Rp7.000 triliun di akhir tahun ini. Namun, angka itu tidak bisa digapai jika tidak ada penambahan emiten baru di tahun ini.

"Kalau sekarang Rp6.000 triliun (market cap) tidak ada saham baru. Kalau Rp7.000 triliun harus ada saham baru kenaikan, dan juga kenaikan lebih dari 10 persen," tutup Rudiyanto.‎





(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA