Imbal Hasil SUN Tertekan ke 7,9%

Angga Bratadharma    •    Jumat, 01 Feb 2019 08:31 WIB
surat utangobligasi
Imbal Hasil SUN Tertekan ke 7,9%
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) bergerak turun seiring penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan penurunan imbal hasil surat utang Pemerintah AS. Kondisi tersebut sejalan dengan usainya penutupan pemerintahan di Amerika Serikat (AS) dan tetapnya suku bunga acuan Fed.

"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan masih bergerak di rentang 7,9-8,10 persen," ungkap Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

Sementara itu, imbal hasil surat utang Pemerintah AS bergerak turun pada Kamis malam. Imbal hasil jangka menengah (10 tahun) turun tiga bps di level 2,64 persen, sedangkan jangka panjang (30 tahun) turun empat bps di level 3,00 persen. Turunya imbal hasil UST masih didorong dovish-nya pernyataan Ketua the Fed Jerome Powell usai menahan tingkat suku bunga.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 15,19 poin atau 0,06 persen, menjadi berakhir di 24.999,67 poin. Indeks S&P 500 ditutup meningkat 23,05 poin atau 0,86 persen, menjadi 2.704,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 98,66 poin atau 1,37 persen, menjadi berakhir di 7.281,74 poin.

Adapun General Electric melaporkan laba triwulanan yang beragam dengan pendapatan mengalahkan estimasi Wall Street dan labanya yang jauh dari perkiraan. Perusahaan melaporkan laba per saham yang disesuaikan sebesar USD0,17 dengan pendapatan USD33,28 miliar.

Saham General Electric melonjak 11,65 persen menjadi ditutup pada USD10,16 per saham. Sedangkan Facebook membukukan laba per saham sebesar USD2,38 dengan pendapatan sebesar USD16,91 miliar, melampaui estimasi Wall Street.


(ABD)