Pelemahan Rupiah hanya Sementara

Fetry Wuryasti    •    Kamis, 06 Dec 2018 11:44 WIB
kurs rupiah
Pelemahan Rupiah hanya Sementara
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Rupiah pada perdagangan kemarin ditutup terlemah se-Asia pada level Rp14.517,5 per USD. Namun hal ini dipandang oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo hal yang biasa, sebab trennya membaik.

Rupiah pada perdagangan Rabu, 5 Desember 2018 ditutup melemah 0,8 persen dari sebelumnya di level Rp14.402,5 per USD. Rupiah pada Kamis, 6 Desember 2018 dibuka melanjutkan pelemahan pada level Rp14.482,5 per USD. Pada pukul 09.10 JATS, rupiah kembali menyentuh di Rp14.500 per USD atau melemah lagi 0,68 persen.

Penguatan kurs rupiah jangka pendek selama dua minggu terakhir didorong portofolio inflow di equity. Sehingga wajar bila kurs akan naik turun menjelang akhir tahun karena aksi pelaku pasar sedang ambil untung atau profit taking.

"Trennya membaik. Jangka pendek kurs naik turun biasa. Ini profit taking," ujar Tiko dalam Market Outlook di Jakarta, Rabu malam, 5 Desember 2018.

Ada tiga faktor utama yang membuat kurs rupiah lebih stabil pertama defisit transaksi berjalan (CAD) yang akan membaik di akhir tahun akibat dari turunnya harga minyak dunia di beberapa hari lalu.

"Most likely CAD akan di bawah tiga persen untuk 2018," kata dia.

Kedua, dari sisi pertumbuhan kuartal keempat, kredit perbankan terakselerasi, dan GDP sekarang menguat. Sehingga memang dari sisi optimisme ekonomi juga semakin membaik. Harapannya sentimen inflow juga makin besar dalam jangka menengah. Kombinasi berbagai kebijakan pemerintah diharapkan bisa menekan CAD.

Kalau berekspektasi, rupiah bisa di level Rp14 ribu per USD di akhir tahun. Sebab beberapa analisa dari lembaga peneliti seperti Morgan Stanley dan JP Morgan mengatakan Indonesia sudah 'overweight'.

"Artinya semua memberikan sinyal Indonesia sekarang asetnya mulai secara harga bagus buat dibeli lagi. Investor biasanya akan bertahap. Mulai timing saja. Di bond reli sudah lumayan terlihat inflow mulai besar, di equity akan menyusul," jelasnya.

Harapan untuk rupiah bisa menyentuh Rp13.500 per USD seperti yang sempat dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya, dilihat Tiko, mungkin bisa terealisasi setelah periode Pemilu, bila sesuai ekspektasi pasar.

"Tapi juga harus hati-hati. Ini semua di-drive oleh portofolio. Reformasi ekonomi yang mendorong ekspor dan FDI juga harus tetap berjalan. Pembalikan portofolio masuk lagi dan rupiah menguat agenda jangan membuat reformasi berhenti. Kebijakan B20 dan B30 bisa membuat peningkatan penggunaan CPO dan menekan konsumsi minyak mentah. Lalu kebijakan OSS agar investasi langsung asing (FDI) masuk, serta penguatan pariwisata. Reformasi struktural tidak boleh berhenti," tukas Tiko.


(AHL)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

1 day Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA