ITMG Akuisisi 70% Tambang Baru TIS USD9,5 Juta

   •    Rabu, 15 Nov 2017 11:51 WIB
itmg
ITMG Akuisisi 70% Tambang Baru TIS USD9,5 Juta
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) telah mengakuisisi tambang baru dengan membeli 70 persen saham PT Tepian Indah Sukses (TIS) yang memiliki karakteristik batu bara berkalori tinggi dengan nilai transaksi USD9,5 juta.

Direktur Keuangan PT Indo Tambangraya Megah, Julius Gozali mengatakan bahwa TIS memegang izin usaha pertambangan seluas 2.065 hektare (ha) dengan jumlah cadangan 4,7 juta ton.

"Lokasi TIS berdekatan dengan tambang anak usaha perseroan, yakni Trubaindo Coal Mining (TCM) di Kalimantan Timur, kegiatan operasionalnya akan memanfaatkan infrastruktur TCM," papar dia di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu 15 November 2017.

Ia menambahkan bahwa perseroan juga mengakuisisi 75 persen saham PT GasEmas (PTGE), perusahaan distributor bahan bakar. PTGE akan memasok disel bagi tambang-tambang Indo Tambang Raya Megah maupun pelanggan pihak ketiga.

"Kegiatan operasional perseroan memang mengonsumsi jumlah disel yang signifkan. Biaya bahan bakar menghabiskan 21 persen keseluruhan beban operasi di luar royalti," jelasnya.

Ia menyampaikan unit distribusi bahan bakar yang baru ini akan membantu perseroan dalam hal mengamankan pasokan disel ke tambang-tambang, mengurangi biaya dan logistik, dan memudahkan penerimaan baru dari pihak ketiga.

Tahun ini, lanjut dia, perusahaan akan terus meningkatkan produktivitas, misalnya dengan meningkatkan infrastruktur tambang dan memaksimalkan proses seperti mempercepat siklus pengangkutan batu bara dengan tongkang.

Selain itu, ia menambahkan bahwa sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik di dalam negeri, perusahaan juga akan berinvestasi pada bidang pembangkit energi.

Sementara itu tercatat, laba bersih Indo Tambangraya Megah pada kuartal ketiga 2017 tercatat sebesar USD172 juta atau meningkat sekitar 147 persen dibandingkan periode sama tahun lalu USD70 juta. Kinerja positif itu seiring dengan peningkatan rata-rata harga jual batu bara sebesar 48 persen dari USD47,5 per ton menjadi USD70,3 per ton.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA