Data Ekspor dan Impor Diperkirakan Dorong Penguatan Rupiah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 15 Nov 2017 09:29 WIB
kurs rupiah
Data Ekspor dan Impor Diperkirakan Dorong Penguatan Rupiah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) mengalami pelemahan hampir terhadap semua mata uang negara Asia dan mendorong penurunan imbal hasil obligasi di sejumlah negara berkembang terutama Indonesia. Data ekspor dan impor Indonesia yang akan segera rilis hari ini diperkirakan akan mendorong penguatan rupiah.

"Hal itu seiring ekspektasi bahwa surplus neraca perdagangan Indonesia akan kembali naik di Oktober," ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahamd Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu 15 November 2017.

Rilis data penjualan retail Oktober di Tiongkok juga dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah jika terjadi peningkatan terhadap pertumbuhan retail. Imbal hasil obligasi 10 tahun diperkirakan masih akan bergerak di rentang 6,67-6,68 hingga akhir pekan.

Sementara itu, pelemahan harga minyak terjadi, setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 6,51 juta barel pekan lalu. Prospek konsumsi yang memburuk pun membebani antusiasme bahwa OPEC dan sejumlah negara non-OPEC akan memperpanjang upaya pembatasan pasokan

"Dari domestik, fokus investor tertuju pada rilis data ekspor dan impor Indonesia hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kami perkirakan bergerak datar. Pergerakan nilai tukar rupiah ditutup datar di Rp13.554, sementara EIDO melemah," sebut Samuel Research Team.

Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 30,23 poin atau 0,13 persen menjadi ditutup di 23.409,47 poin. Indeks S&P 500 merosot 5,97 poin atau 0,23 persen menjadi berakhir di 2.578,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 19,72 poin atau 0,29 persen menjadi ditutup pada 6.737,87 poin.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir meningkat 0,4 persen pada bulan lalu, setelah mencatat kenaikan serupa pada September, didorong oleh lonjakan biaya jasa-jasa.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA