BI: Pelemahan Rupiah Normal

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 08 Feb 2018 16:19 WIB
kurs rupiah
BI: Pelemahan Rupiah Normal
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (Desi Angriani/Metrotvnews.com)..

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai tekanan yang terjadi pada nilai tukar di beberapa negara, termasuk pada rupiah merupakan hal normal. Tekanan ini terjadi ketika ada rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed rate).

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bila dilihat dari sejarah di tahun lalu, sebulan sebelum kenaikan suku bunga The Fed membuat mata uang di berbagai negara tertekan. Sebab, pasar keuangan melakukan penyesuaian terhadap rencana kenaikan tersebut.

"Kalau kita sekarang berekspektasi Maret kenaikan pertama (Fed) di 2018, ya berarti volatilitas yang terjadi di Februari sesuatu yang normal," kata Mirza di Jakarta, Kamis, 8 Februari 2018.

Mirza mengatakan, volatilitas mata uang Garuda bersifat temporer di saat pasar keuangan sedang melakukan penyesuaian yang ia nilai sebagai hal yang wajar. Lebih lanjut dia memastikan bank sentral akan selalu berada di pasar untuk mengontrol volatilitas supaya tak besar.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan pagi. Mengutip Bloomberg, Kamis, 8 Februari 2018, rupiah melemah ke level Rp13.603 per USD. Rupiah terpantau merosot hingga 48 poin atau setara 0,35 persen. Adapun pada bel pembukaan perdagangan posisi rupiah sudah terjungkal di Rp13.595 per USD dibandingkan pergerakan sebelumnya yang berada di Rp13.555 per USD.





(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

1 day Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA