Sentimen Pilkada DKI Diperkirakan Tidak Buat Rupiah Menguat

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 20 Apr 2017 09:13 WIB
kurs rupiah
Sentimen Pilkada DKI Diperkirakan Tidak Buat Rupiah Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) setelah ajang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua diperkirakan melanjutkan pelemahan akibat kondisi global yang cenderung mengalami kelesuan, dan sentimen positif dari dalam negeri belum membuat rupiah melambung.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada ‎mengatakan, ajang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua nampaknya tidak terlalu direspons dengan baik oleh pelaku pasar. Akhirnya ruang gerak rupiah sangat terbatas.

Saat ini, gerak rupiah bakal dipengaruhi oleh sentimen dari hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijalankan hari ini, di mana agendanya menentukan level suku bunga ‎dan pandangan BI terhadap kondisi makro dan moneter Indonesia.

"Adanya sentimen pilkada, kami pikir tidak berpengaruh banyak. Dari sisi lain perhatikan sentimen RDG BI, yang kami perkirakan mereka (BI) masih akan mempertahankan besaran 7 Days Repo Rate di level 4,75 persen," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Menurut Reza, rupiah memang sangat minim sentimen negatif. Tapi, hal itu tidak diperhatikan oleh pelaku pasar yang cenderung melepas rupiah seiring penguatan yang terjadi di hari-hari sebelumnya.‎ Sekarang ini, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran support Rp13.317 per USD, sedangkan posisi resisten berada di level Rp13.260 per USD.

Gerak USD yang melemah hingga penutupan perdagangan Selasa 18 April 2017, seiring adanya sentimen penilaian manipulasi mata uang yen dan USD. Di sisi lain, gerak GBP berbalik melonjak setelah pernyataan Theresia May yang meminta percepatan pemilu di Inggris.

Sementara dari dalam negeri tidak adanya sentimen negatif. Adapun langkah BI yang menerbitkan dua aturan baru terkait pinjaman dan pembiayaan likuiditas jangka pendek tampaknya tidak terlalu ditanggapi.

"Apalagi jelang Pilkada DKI yang seperti kami sampaikan sebelumnya di mana tidak banyak berpengaruh pada laju rupiah," tutur Reza.

 


(ABD)