Gerak Imbal Hasil SUN Diprediksi Stabil

Angga Bratadharma    •    Jumat, 28 Sep 2018 08:30 WIB
surat utangobligasi
Gerak Imbal Hasil SUN Diprediksi Stabil
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diprediksi bergerak stabil didorong oleh stabilnya nilai tukar rupiah serta turunnya imbal hasil treasury AS atau surat utang Pemerintah Amerika Serikat. Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 8,20-8,25 persen.

"Rekomendasi seri obligasi negara yakni FR0064; FR0070; FR0071; FR0072; dan FR0075," ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 28 September 2018.

Di sisi lain, imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Kamis malam masing-masing turun satu bps di level 3,04 persen dan 3,17 persen. Turunnya imbal hasil treasury AS didorong oleh lebih tingginya angka jobless claim di AS minggu lalu sebesar 240 ribu. Lebih tinggi dari prediksi analis sebelumnya sebesar 210 ribu.

"Sementara itu data durable goods order juga mengalami penurunan pertumbuhan di Agustus sebesar 0,1 persen (mom) dibandingkan dengan konsensus sebesar 0,5 persen," tukasnya.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,65 poin atau 0,21 persen menjadi 26.439,93. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 8,03 poin atau 0,28 persen menjadi 2.914,00. Indeks Nasdaq Composite naik 51,60 poin, atau 0,65 persen, menjadi 8.041,97.

The Fed pada Rabu waktu setempat menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat poin persentase, kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015. Kenaikan suku  bunga acuan dilakukan the Fed sejalan dengan kian kuatnya perekonomian Amerika Serikat.

"Mengingat kondisi pasar kerja dan inflasi yang direalisasikan dan diharapkan, Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market) memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk tingkat dana federal," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan dua hari.


(ABD)