Pasar Domestik Lesu, Holcim Bidik Ekspor ke Bangladesh dan Srilanka

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 26 May 2016 20:34 WIB
holcim indonesia
Pasar Domestik Lesu, Holcim Bidik Ekspor ke Bangladesh dan Srilanka
Holcim. ANTARA FOTO/Noveradika.

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah berhasil ekspor ke Australia, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) kini mencoba merambah pasar ekspor baru ke kedua negara, yaitu Bangladesh dan Srilanka. Ekspor ini diharapkan bisa menjadi jalan keluar dari masalah lemahnya permintaan semen di dalam negeri, sedangkan supply semennya masih sangat banyak.

Direktur Keuangan Holcim Indonesia Mark Schmidt menjelaskan, Holcim selama ini telah menjalankan ekspor semen ke Australia dari pabrik yang ada di Cilacap, Jawa Tengah. Tapi, Mark enggan menyebutkan besaran volume ekspor semen per tahunnya yang dikirimkan ke negeri Kangguru.

"Kita memang menjalankan ekspor dari pabrik Cilacap. Jadi kami gunakan fasilitas produksi regional.‎ Ekspor sudah ke Australia, dan ada rencana untuk ekspor ke Bangladesh dan Srilanka. Tapi kami tidak bisa sebutkan angkanya," kata Mark, ditemui usai public expose Holcim Indonesia di Menara 165, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

‎Ditempat yang sama, Direktur Penjualan Holcim Indonesia Dion Sumedi menerangkan, penjualan semen dalam negeri sudah mengalami penurunan sejak dua tahun lalu. Namun, langkah pemerintah yang menggenjot pembangunan infrastruktur belum terealisasi baik di tahun ini.

"Pasar dalam negeri pertumbuhannya tidak seperti yang diharapkan, akan sangat challenging. Karena realisasi dari proyek infrastruktur pemerintah, belum terealisasikan sepenuhnya di lapangan. ‎ Proyek-proyek itu masih dalam perencanaan atau dananya yang masih belum turun. Dana desa juga belum keluar, program 1 juta rumah juga belum banyak terealisasi," jelas Dion.

Bahkan, persaingan pasar semen di dalam negeri‎ semakin meningkat, dari posisi sembilan pemain semen di 2012 menjadi 19 perusahaan pada saat ini. Banyaknya produsen semen memicu lesunya permintaan semen.

"Kompetitor semakin banyak. Juga masih ada over capacity. Walaupun awal tahun ini dimulai dengan baik, tapi itu karena carry over (proyek) tahun lalu. Jadi penjualan akan tergantung dari realisasi proyek pemerintah, apakah nanti spending akan lebih cepat, jadi susah memberikan kepastian," terang Dion.

Penjualan semen memang masih mengalami penurunan, ‎tapi Dion meyakini, penjualan semen akan mulai tumbuh setelah perayaan lebaran.

"Setelah Lebaran baru akan terasa naik (penjualan)," tegas Dion.

‎Corporate Secretary dan Direktur Independen Holcim Farida Heliyanti Sastrosatomo menambahkan, perseroan masih akan menghadapi banyak tantangan ke depannya. Tantangan itu seperti perlambatan ekonomi yang masih akan berlangsung dan kelebihan pasokan.


(SAW)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA