Penurunan Imbal Hasil SUN Tertahan

Angga Bratadharma    •    Selasa, 18 Apr 2017 09:18 WIB
surat utangobligasi
Penurunan Imbal Hasil SUN Tertahan
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penurunan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tertahan dan likuiditas dolar Amerika Serikat (USD) terjaga. Imbal hasil negara maju mulai berhenti mengalami penurunan dan dipimpin oleh imbal hasil UST yang mengalami kenaikan waluapun tipis semalam.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, kondisi itu terjadi lebih karena efek flight to safety yang mulai pudar yang juga ditandai oleh koreksi harga emas. Beberapa imbal hasil di negara berkembang mulai kembali mengalami penurunan dan pertanda kembalinya risk appetite.

"Dari domesitk, SUN mulai tertahan penguatannya merespons ketidakpastian menjelang Pilkada DKI Jakarta," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 18 April 2017.

Secara umum ruang penurunan imbal hasil SUN masih tersedia walaupun sudah semakin terbatas dan selisih imbal hasil tenor 10 tahun dengan UST 10 tahun mulai stabil di kisaran 480 bps. Daya tarik SUN sebenarnya masih cukup tinggi terlihat dari proporsi kepemilikan asing yang terus naik.

Sedangkan realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terjaga di bawah satu persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Maret 2017 yang dipicu realisasi pendapatan yang baik telah menjaga risiko investasi di SUN tetap rendah.

"Surplus dagang yang konsisten tinggi juga akan menjaga ketersediaan likuiditas USD bagi investor asing di SUN. Hari ini juga ditunggu lelang sukuk yang menargetkan Rp6 triliun penyerapan," pungkas Rangga.

 


(ABD)