IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Sesi Siang

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 18 May 2017 12:17 WIB
ihsg
IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau di Sesi Siang
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) di penutupan sesi pertama perdagangan saham berbalik arah ke zona hijau.

Pantauan Metrotvnews.com, Kamis 18 Mei 2017, IHSG menguat 13,447 poin atau setara 0,239 persen ke posisi 5.628. Pada bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat dibuka ke level 5.590.

Volume perdagangan saham siang ini ditutup sebanyak 4,6 miliar lembar senilai Rp3,8 triliun. Sebanyak 124 saham menguat, 161 saham melemah, 108 saham stagnan, dan terjadi 170.891 kali frekuensi.

Tercatat indeks saham unggulan LQ45 naik 3,32 poin atau setara 0,4 persen ke posisi 937. Indeks saham syariah JII tetap melemah 1,13 poin atau setara 0,2 persen ke 717.

Siang ini, seluruh sektor mulai terpantau bergerak menguat kendati tipis. Sektor yang melemah hanya dipegang dari infrastruktur dan properti. Sementara pertambangan menjadi yang paling menguat sebesar 17,05 poin.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp1.975 ke Rp72.075, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp525 ke Rp15.375, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp525 ke Rp23.625.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loosers di antaranya yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merosot Rp850 ke Rp46.900, PT Link Net Tbk (LINK) melemah Rp200 ke Rp5.300, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp175 menjadi Rp5.925.

‎Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ memproyeksikan jika indeks akan berpeluang menguat kembali dan mempertahankan support paling bawah di posisi 5.602.

"Penguatan indeks dibantu oleh aliran modal masuk (capital inflow) seiring kuatnya fundamental ekonomi domestik," kata William.

Menurut William, indeks berpeluang menguat ke level resisten 5.691 yang ditunjang oleh sentimen arus dana masuk ke dalam pasar modal Indonesia yang tercatat positif secara year-to-date.

"Selain itu, rilis data perekonomian masih menunjukkan bahwa secara fundamental perekonomian masih dalam kondisi stabil dan terkendali," pungkas William.


(AHL)