Pasar Modal Lesu jadi Penyebab Jiwasraya Tunda Pembayaran Klaim

Husen Miftahudin    •    Kamis, 11 Oct 2018 20:49 WIB
asuransi jiwa
Pasar Modal Lesu jadi Penyebab Jiwasraya Tunda Pembayaran Klaim
Illustrasi. MI/Adam.

Jakarta: PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menghadapi tekanan likuiditas. Alhasil, perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menunda pembayaran polis jatuh tempo produk JS Proteksi Plan kepada sejumlah nasabah.

Pengamat asuransi Herris Simanjuntak menduga prediksi imbal hasil instrumen investasi milik Jiwasraya di pasar modal meleset. Ini mengingat kondisi pasar modal yang tengah lesu.

"Pada saat diinvestasikan di pasar modal, ternyata pasar modal kita lagi jeblok. Boro-boro return-nya lebih dari yang dijanjikan, malah menurut saya mungkin hasilnya di bawah itu," ujar Herris lewat sambungan telepon kepada Medcom.id, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Umumnya, jelas dia, perusahaan asuransi menginvestasikan premi ke beberapa instrumen, salah satunya di pasar modal. Hal tersebut agar imbal hasil investasi mampu menebus premi yang dibayarkan nasabah, termasuk imbal hasil asuransi yang dijanjikan.

"Nah, untuk mencapai itu kan hasil investasinya harus lebih tinggi dari yang dijanjikan ke nasabah. Kalau misalnya ke nasabahnya dijanjikan 10 persen, dia harus bisa menginvestasikan dengan hasil 14 persen sampai 15 persen," bebernya.

Sayangnya, Jiwasraya dinilai tak mampu mengelola premi dengan baik. Akibatnya, perusahaan asuransi pelat merah itu harus menombok.

"Misalnya dia janjikan 10 persen, tiba-tiba yang didapatkan hanya 8 persen, terpaksa dia nombok. Nomboknya bukan cuma ke nasabah karena ada biaya akuisisi, komisi, dan biaya-biaya kantor. Jadi ya jebol, itu risikonya," tukas Herris.

Pengamat asuransi lainnya, Irvan Rahardjo, juga punya pandangan serupa. Malah dia bilang, ada tiga penyebab Jiwasraya terpaksa menunda pembayaran klaim.

"Penyebabnya kombinasi antara lemahnya governance (tata kelola), kurangnya compliance (kepatuhan), dan sangat mungkin lemahnya atau cacat produk yang dijual," tukas Irvan.

Sebelumnya, beredar luas dokumen surat keterlambatan pembayaran Jiwasraya kepada sejumlah nasabah pemegang polis. Dalam surat pemberitahuan tersebut, keterlambatan pembayaran lantaran pemenuhan pendanaan masih dalam proses.

"Pembayaran klaim JS Proteksi Plan mengalami penundaan, dan atas hal tersebut kami menyampaikan permohonan maaf," tulis dokumen yang ditandangani Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Jiwasraya Indra Widjaja.

Dalam dokumen itu pula, Jiwasraya menjanjikan bunga sebesar 5,75 persen per annum (netto) sebagai kompensasi keterlambatan pembayaran.

"Kami berharap proses pendanaan tersebut dapat segera kami selesaikan. Oleh karena itu, kami juga berharap para pemegang polis Jiwasraya dapat memahami kondisi tersebut dan tidak perlu khawatir," tutup surat bernomor 00668/Jiwasraya/K/1018.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

20 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA