Imbal Hasil Surat Utang AS Meningkat

Analis Perkirakan Rupiah Kembali Tertekan

Angga Bratadharma    •    Kamis, 17 May 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Rupiah Kembali Tertekan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak menguat di level 93-94 didorong melemahnya inflasi di Uni Eropa di April menjadi 1,2 persen (yoy) dibandingkan dengan 1,3 persen (yoy) di Maret dan diakibatkan terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal I-2018.

Selain itu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengungkapkan, kembali naiknya imbal hasil treasury AS 10 tahun sebanyak empat bps ke level 3,10 persen tadi malam kemungkinan besar semakin memperkuat USD. Naiknya harga minyak sebesar 22 sen ke level USD71,53 tadi malam turut mendorong peningkatan imbal hasil treasury AS.

"Dengan kembali naiknya imbal hasil treasury AS tersebut maka tekanan di pasar obligasi dalam negeri semakin kuat dan rupiah diperkirakan kembali melemah. Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp14.100 sampai dengan Rp14.200 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Senin kemarin masing-masing naik tajam sebanyak empat dan tiga bps ke level 3,10 persen dan 3,21 persen seiring naiknya harga minyak sekitar satu persen kemarin malam. Penguatan imbal hasil surat utang AS akhirnya memberikan kekuatan terhadap gerak USD.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik USD0,18 menjadi menetap di USD71,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, meningkat USD0,85 menjadi ditutup pada USD79,28 per barel di London ICE Futures Exchange.

Di sisi lain, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak naik. Kenaikan tajam imbal hasil treasury AS dan kemungkinan melemahnya nilai tukar rupiah diperkirakan mendorong kenaikan imbal hasil SUN dari posisinya kemarin.

"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 7,1-7,6 persen," pungkasnya.

 


(ABD)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

14 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA