IHSG Pagi Stagnan di Zona Merah

Angga Bratadharma    •    Rabu, 16 May 2018 09:11 WIB
ihsg
IHSG Pagi Stagnan di Zona Merah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi terpantau terlempar ke zona merah seiring minimnya sentimen positif yang datang. Selain itu, menguatnya imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) turut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG pada pagi ini.

IHSG Rabu, 16 Mei 2018, perdagangan pagi dibuka melemah sebanyak 50,23 poin atau setara 0,9 persen ke posisi 5.787. Sedangkan LQ45 melemah 11,93 poin atau setara 1,3 persen ke posisi 923 dan JII melemah 7,66 poin atau setara 1,2 persen ke posisi 654.

Pagi ini, seluruh sektor nyaris kompak berbaris di zona pelemahan. Adapun sektor perdagangan terpantau menguat 0,45 poin. Sedangkan sektor konsumer melemah 30,60 poin, sektor manufaktur melemah 14 poin, dan sektor pertambangan melemah 12,26 poin.

Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 239 juta lembar saham senilai Rp197 miliar. Sebanyak 50 saham menguat, sebanyak 116 saham terlihat melemah, sebanyak  90 saham tidak berubah, dan sebanyak 373 saham tidak mengalami perdagangan.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 193 poin atau 0,78 persen, menjadi ditutup di 24.706,41 poin. Indeks S&P 500 merosot 18,68 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 2.711,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 59,69 poin atau 0,81 persen, menjadi 7.351,63 poin.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun yang menjadi acuan mencapai 3,09 persen pada Selasa 15 Mei, level tertinggi sejak 2011. Imbal hasil baru-baru ini telah melonjak karena tanda-tanda meningkatnya inflasi yang memicu spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini.

Probabilitas bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya untuk keempat kalinya tahun ini naik di atas 50 persen untuk pertama kalinya, menurut alat pelacakan FedWatch CME untuk pasar berjangka fed funds.

 


(ABD)