GarudaFood Berencana IPO

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 12 Jul 2018 15:25 WIB
ipoGarudaFood
GarudaFood Berencana IPO
Presiden Direktur GarudaFood Sudhamek AWS. (FOTO: MI/Susanto)

Jakarta: PT GarudaFood berencana melepas saham perdana. Rencananya produsen makanan itu akan melakukan mini ekspos pada pekan depan.

"Proses untuk mini ekspos minggu depan," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) IGD Nyoman Yetna, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Nyoman menjelaskan yang menjadi fokus bursa saat ini adalah menjaga momentum pasar supaya jumlah perusahaan yang sudah berencana untuk mencatatkan saham perdana tidak mengurungkan niatnya.

"Ini ada 30 (yang akan IPO), kemudian pipeline masih 14. Itu yang sudah ada di pipeline kita. Kita belum mengantisipasi (yang akan IPO) juga akan datang lagi. Artinya 30 tambah 14 kita harapkan ini tidak berubah appetite mereka untuk mencatatkan pada periode ini," jelas Nyoman.

Sementara itu saat dikonfirmasi Medcom.id, Presiden Direktur GarudaFood Sudhamek AWS mengatakan rencana pencatatan saham perdana ini masih dirapatkan. Saat ini GarudaFood baru malakukan registrasi awal. Rencananya, yang akan bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) adalah Indopremier Sekuritas.

"Masih rapat. Intinya kami baru melakukan first registration," kata Sudhamek kepada Medcom.id.

GarudaFood adalah perusahaan makanan dan minuman di bawah kelompok usaha Tudung (Tudung Group). Rencana IPO ini sudah dibicarakan sejak tahun lalu. Mengutip laman GarudaFood, GarudaFood Group berawal dari PT Tudung Putra Jaya (TPJ), yang didirikan di Pati-Jawa Tengah. Almarhum Darmo Putro merupakan pendiri perusahaan.

Pada awal 1987, TPJ mulai memasarkan produk kacang tanah dengan menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang kemudian dikenal sebagai Kacang Garuda.

Ketika perekonomian nasional dilanda krisis ekonomi, pada Desember 1997, PT GarudaFood Jaya (GFJ) didirikan dan mulai memproduksi Gery-merek biskuit. Gery Saluut, salah satu produk biskuitnya berhasil meraih Indonesian Best Brand Award (IBBA) dari MARS dan Majalah SWA untuk periode 2005-2009, 2011-2013, 2015 untuk kategori wafer salut. Pada 2007-2016 Chocolatos meraih IBBA untuk kategori wafer stick.

Pada 1998 GarudaFood mengakuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati (TRMS), produsen jeli dan meluncurkan produk dengan merek Okky dan Keffy. Pencapaian Okky jelly telah dibuktikan oleh keberhasilan dalam mendapatkan Top Brand for Kids Award 2004  untuk kategori jelly.

Selain Top Brand for Kids, Okky Jelly juga berhasil mendapatkan IBBA (2005-2016). Okky jelly Drink juga meraih Top Brand Award 2007-2016 dari Majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier.

Pada akhir 2002, TRMS meluncurkan produk minuman jeli dengan merek Okky Jelly Drink dan merupakan fase baru bagi GarudaFood untuk masuk di bisnis minuman. Keseriusan GarudaFood dalam memfokuskan pada bisnis minuman juga menjadi semakin jelas dengan diluncurkannya Mountea, minuman teh rasa buah.

Mountea bahkan telah meraih IBBA 2007-2016 untuk kategori minuman teh dalam kemasan cup, Majalah SWA & Frontier Survey Foundation juga memberikan penghargaan ICSA pada 2010 dan juga berhasil meraih Word of Mouth Marketing Award (WOMMA) yang diberikan oleh Majalah SWA pada 2011-2013.

GarudaFood juga memproduksi snack dengan merek Leo, untuk kategori keripik kentang, keripik pisang, keripik singkong produk dimulai dari akhir 2005. Pada 2007-2011, produk ini meraih IBBA penghargaan untuk kategori keripik kentang.

Sementara di tingkat nasional, GarudaFood juga dinilai positif dan dianggap sebagai salah satu perusahaan makanan dan minuman yang dikagumi. Untuk mempercepat pencapaian visinya, pada 2011 GarudaFood Group mendirikan perusahaan joint venture difokuskan pada pengembangan minuman bekerja sama dengan Suntory Beverage & Food di divisi minuman non-alkohol.

Di 2012, GarudaFood mendirikan Garuda Polyflex Foods Private Limited (GP Foods) sebuah joint venture company bersama Polyflex India Private Limited di bidang industri makanan. GP Foods memiliki fasilitas manufaktur di Bangalore yang memproduksi choco stick dengan merek Gone Mad.

 


(AHL)