Kebijakan Tarif Trump Diprediksi Buat Rupiah Menguat

Angga Bratadharma    •    Kamis, 08 Mar 2018 08:49 WIB
ihsgkurs rupiah
Kebijakan Tarif Trump Diprediksi Buat Rupiah Menguat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan masih dalam tren melemah terhadap sejumlah mata uang kuat dunia lainnya. Kondisi itu terjadi seiring sentimen negatif terhadap kebijakan tarif Trump yang masih terus berlangsung dan meningkatkan ketidakpastian.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan semakin redanya ketegangan di semenanjung Korea dapat memberikan sentimen positif terhadap mata uang negara-negara Asia hari ini. Gerak rupiah kemungkinan bergerak menguat setelah data cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan menjadi USD128 miliar di Februari dari USD131 miliar di Januari.

Ahmad Mikail menilai penurunan cadangan devisa tersebut disebabkan kewajiban pembayaran utang luar negeri dan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Turunnya cadangan devisa tersebut dapat memberikan sinyal positif bahwa BI akan tetap menjaga nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

"Rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.700 sampai dengan Rp13.750 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Di sisi lain, indeks AS semalam ditutup melemah di tengah pembicaraan tarif Trump dan pengunduran diri Gary Cohn sebagai Chief Economic Advisor Trump. Dari data makro, pasar tengah menantikan rilisnya data change nonfarm payrolls, unemployment rate dan data average hours earnings.

"Pasar Eropa kemarin ditutup naik. Sementara itu, dari pasar komoditas harga emas dan minyak dunia pagi ini tercatat naik," ungkap Samuel Research Team.


Sumber: Samuel Sekuritas Indonesia

Dari pasar Asia Pasifk, pagi ini indeks acuan yang telah beroperasi perdagangannya naik. Dari pasar dalam negeri IHSG kemarin terkoreksi tajam merefleksikan pergerakan indeks global dan regional. Periode earnings season masih akan menjadi penggerak, meskipun beberapa emiten yang telah merilis laporan keuangannya melaporkan kinerja di bawah ekspektasi.

"Nilai tukar rupiah yang masih belum menguat juga tetap menjadi fokus lain pelaku pasar, dimana kemarin masih belum banyak mengalami perubahan Rp13.760 vs Rp13.766 di hari sebelumnya. Pasar EIDO melemah," pungkas Samuel Research Team.


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

4 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA