Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat ke Rp13.316/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 16 Mar 2017 09:04 WIB
kurs rupiah
Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat ke Rp13.316/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi jelang akhir pekan terpantau menguat dibandingkan dengan penutupan sore di hari sebelumnya di Rp13.364 per USD. Kendati demikian, perlu ada kewaspadaan mengingat nilai tukar rupiah punya ruang untuk kembali melemah.

Mengutip Bloomberg, Kamis 16 Maret 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka di posisi Rp13.316 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.316 per USD hingga Rp13.338 per USD dengan year to date return di minus 0,81 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp13.331 per USD.

Sementara itu, nilai tukar rupiah masih akan rawan terkena koreksi terhadap dolar USD) lantaran the Fed telah menaikkan Fed Fund Rate (FFR) kembali sebanyak 25 basis poin. Kini rupiah akan dibayangi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang salah satu agendanya mengarah ke suku bunga.

Baca: Usai FFR, Kini Gerak Rupiah Dihantui Hasil RDG BI

"‎Keputusan FOMC yang menaikkan suku bunga the Fed kami harapkan tidak‎ membuat volatilitas USD melonjak yang berimbas ke rupiah. Kini rupiah masih akan dibayangi pertemuan RDG BI yang membuat rawan kembali terjadi pelemahan," ucap Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada,‎ seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.


Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Dengan adanya kejadian tersebut, Reza memperkirakan, gerak nilai tukar rupiah akan berada di kisaran support Rp13.382 per USD, sedangkan posisi resisten berada di Rp13.339 per USD. ‎"Masih tetap waspadai pelemahan lanjutan yang akan terjadi di depan," papar Reza.

Baca: Rupiah Mengalami Penguatan terhadap Tiga Mata Uang

Menurutnya tidak jauh berbeda dengan pergerakan sebelumnya di mana pelaku pasar masih avoid terhadap pergerakan rupiah dan cenderung memegang USD. Sehingga kondisi itu membuat USD kembali meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan nilai tukar r‎upiah.

"Pertemuan FOMC membuat pergerakan USD kembali menguat," jelas Reza.

 


(ABD)