Awali Pekan, Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.511/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 09 Oct 2017 08:46 WIB
kurs rupiah
Awali Pekan, Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.511/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin pagi atau di awal pekan terpantau menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di akhir pekan lalu di Rp13.519 per USD. Namun sayangnya, nilai tukar rupiah harus kembali ke level Rp13.500 per USD.

Baca: Rupiah tak Melemah Sendirian atas Mata Uang Paman Sam

Mengutip Bloomberg, Senin 9 Oktober 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp13.511 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.507 per USD hingga Rp13.513 per USD dengan year to date return di minus 0,34 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.325 per USD.

Sementara itu, Samuel Research Team menyebut, data non-farm payrolls AS menunjukkan penurunan 33.000 pekerjaan, di bawah konsensus yang memperkirakan penambahan 100.000 pekerjaan. Badai yang menurunkan sejumlah aktivitas ekonomi diyakini sebagai penyebabnya.



"Angka pengangguran tercatat 4,2 persen, lebih baik dari ekspektasi sebesar 4,4 persen. Sedangkan investor tengah menunggu kelanjutan program pengurangan pajak Trump dan laporan keuangan emiten 9M17," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Baca: Makin Lemah, Rupiah Tembus Level Rp13.519/USD

Dari Tiongkok, tengah ditunggu data Caixin Services PMI. Investor juga mencermati kelanjutan konflik Korea Utara di mana diberitakan bahwa negara itu sedang mempersiapkan tes rudal jarak jauh berikutnya.

Di dalam negeri, IHSG ditutup menguat 0,06 persen ke posisi 5.905 dengan investor asing mencatatkan net sell Rp142 miliar di pasar reguler. Hari ini IHSG berpeluang bervariasi mengikuti bursa AS dan Eropa.

Baca: Ruang Penguatan Lanjutan Rupiah Diprediksi Masih Terbuka

"Tengah ditunggu juga rilis laporan keuangan emiten 9M17 di dalam negeri," tutup Samuel Research Team.
 
 


(ABD)