Tingkatkan Likuiditas

BEI Kaji Aturan Penjatahan Saham bagi Investor

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 05 Dec 2017 15:10 WIB
bei
BEI Kaji Aturan Penjatahan Saham bagi Investor
IHSG. MI/RAMDANI.

Jakarta: Sebanyak 31 perusahaan telah resmi menjadi emiten di pasar modal Indonesia di tahun ini. Namun, banyaknya jumlah emiten belum memberikan efek positif bagi tingkat likuiditas transaksi saham di bursa.

Oleh karena itu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji aturan penjatahan saham bagi investor, terdiri dari penjatahan pasti (fixed allotment) dan penjatahan terpusat (polling allotment). Untuk penjatahan pasti lebih ke arah investor institusional, sedangkan‎ penjatahan terpusat mengarah ke investor ritel.

"Kami sedang kaji, pooling dan fixed. Memang fixed kadang-kadang terlalu besar fixed-nya, pooling yang dijual ke masyarakat. Sehingga harga tidak bergerak. Kita coba kaji dan perbaiki," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.

Selama ini ketentuan penjatahan saham tidak diatur oleh otoritas bursa. Alokasi saham untuk publik harus besar untuk meningkatkan perdagangan saham. Paling ideal, lanjut Samsul, porsi untuk publik sekitar 5-10 persen. Namun aturan ini belum dibuat.

Samsul menambahkan hingga saat ini pembelian saham oleh investor institusi lebih untuk kebutuhan jangka panjang. Oleh karena itu, saham tersebut dapat dipastikan bisa bertahan lama, dan tidak akan dijual dalam waktu cepat.

‎"Karena jangka panjang, investor lebih banyak. Mereka ambil bukan untuk dijual. Institusi itu untuk jangka panjang," pungkas dia.


 


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA