Awali Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp13.610/USD

Angga Bratadharma    •    Senin, 12 Feb 2018 08:31 WIB
kurs rupiah
Awali Pekan, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp13.610/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Senin pagi terpantau melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di akhir pekan lalu di Rp13.605 per USD. Nilai tukar rupiah belum mampu menguat tajam seiring minimnya sentimen positif yang datang dari dalam negeri dan luar negeri.

Mengutip Bloomberg, Senin, 12 Februari 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah 18 poin atau 0,13 persen ke Rp13.610 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.608 hingga Rp13.611 per USD dengan year to date return di minus 0,54 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.407 per USD.


Sumber: Bloomberg

Sementara itu, dolar Indeks diperkiraan masih dalam tren menguat dan gerak nilai tukar rupiah diprediksi melemah. Dolar indeks kemungkinan bergerak menguat terhadap beberapa mata uang kuat dunia lainya seiring kuatnya data tenaga kerja AS dan naiknya imbal hasil US treasury. Selain itu kembali naiknya produksi minyak AS juga menopang USD.  



Di sisi lain, Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail menyebut, gerak nilai tukar rupiah kemungkinan masih lanjutkan pelemahan seiring tingginya arus modal masuk di pasar obligasi seminggu terkakhir dan kembali naiknya imbal hasil obligasi AS.

"Gerak nilai tukar rupiah di pasar spot diperkirakan bergerak di rentang Rp13.600 sampai dengan Rp13.650 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.


Sumber: Bloomberg

Sedangkan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diprediksi bergerak naik. Pasar obligasi domestik pada akhir pekan terkoreksi. Indeks ICBI  menunjukkan turun -0,01 persen sehingga secara year to date telah membukukan keuntungan sebesar 0,88 persen. Sedangkan rupiah melemah di level Rp13.623. Sedangkan minyak WTI turun di level USD60,45 per barel.

"Aktivitas perdagangan pada Jumat lebih sepi dibandingkan dengan Kamis lalu. Total Frekuensi turun sebesar lima persen dari 668 kali menjadi 637 kali. Sedangkan total volume turun sebesar 16 persen dari Rp.22.00 tn menjadi Rp.18.43 tn," pungkasnya.

 


(ABD)


BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

BUMN Siap Bersinergi Bangun Kemandirian Pesantren

1 day Ago

Menteri BUMN Rini M Soemarno menyatakan perusahaan milik negara di Indonesia siap bersinergi me…

BERITA LAINNYA