Analis Perkirakan Rupiah Melemah Jelang Libur Panjang

Angga Bratadharma    •    Kamis, 07 Jun 2018 08:33 WIB
kurs rupiah
Analis Perkirakan Rupiah Melemah Jelang Libur Panjang
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) diproyeksikan melemah di sekitar level 93,0-93,5 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama euro. Pelemahan itu seiring pernyataan dari European Central Bank (ECB) bahwa kemungkinan mereka akan mengakhiri stimulus pembelian obligasi di Eropa tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan melemahnya USD terhadap euro mendorong kembali kenaikan imbal hasil treasury AS sebesar dua bps ke level 2,98 persen jelang kemungkinan naiknya Fed Fund Rate (FFR) pada rapat FOMC minggu depan.

"Rupiah kemungkinan akan melemah terhadap USD jelang libur panjang pada hari ini yang kemungkinan mendorong meningkatnya permintaan terhadap USD. Rupiah diperkirakan melemah ke level Rp13.830 sampai dengan Rp13.865 per USD," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Sedangkan imbal hasil treasury AS jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) pada Rabu kemarin naik masing-masing sebesar dua bps level 2,98 persen dan 3,12 persen. Hal tersebut  didorong antisipasi investor akan berakhirnya stimulus moneter di Eropa.



Sementara itu, patokan AS, minyak mentah, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, kehilangan USD0,79 menjadi menetap di USD64,73 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, turun tipis USD0,02 menjadi ditutup pada USD75,26 per barel di London ICE Futures Exchange.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam 346,41 poin atau 1,40 persen menjadi ditutup di 25.146,39 poin. Indeks S&P 500 naik 23,55 poin atau 0,86 persen menjadi berakhir di 2.772,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 51,38 poin atau 0,67 persen, menjadi 7.689,24 poin.

Saham JPMorgan Chase, Bank of America, dan Morgan Stanley semuanya naik lebih dari dua persen, sementara Goldman Sachs meningkat 1,70 persen, pada penutupan pasar. Sentimen investor juga terangkat oleh sejumlah berita positif perusahaan dan data ekonomi.

 


(ABD)