Analis Sebut Daya Tarik SUN Masih Relatif Tinggi

Angga Bratadharma    •    Jumat, 16 Jun 2017 10:47 WIB
surat utangobligasi
Analis Sebut Daya Tarik SUN Masih Relatif Tinggi
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bay ISMOYO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil obilgasi global mengalami penurunan dan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) terus diminati asing. Usai kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target oleh the Fed, imbal hasil global mayoritas masih turun dan menjadi pertanda ekspektasi ke depan yang lebih pesimistis terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS).

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, anjloknya harga minyak turut membantu memangkas ekspektasi inflasi global. Dari domestik, imbal hasil SUN terus turun terutama di tenor pendek. Walaupun FFR target naik, inflasi semakin cepat dan permintaan uang terbilang tinggi jelang Lebaran.

"Imbal hasil SUN berhasil turun dan diiringi oleh kenaikan proporsi kepemilikan asing yang saat ini semakin mendekati 40 persen," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Sementara itu, dengan the Fed yang tidak terlalu hawkish maka European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) mempertahankan stimulus dan membuat daya tarik SUN masih relatif tinggi dengan level imbal hasil saat ini.

"Akan tetapi terlihat ruang penurunan imbal hasil SUN yang mulai terbatas melihat BI, yang walaupun tidak ikut hawkish seperti the Fed, juga tidak bertambah dovish di mana BI melihat masih ada ruang kenaikan inflasi hingga akhir 2017," kata Rangga.

Di sisi lain, harga minyak dunia terus mengalami tekanan dan dolar index mulai kuat. Setelah sempat terpuruk, dolar index mulai bangkit. Tetapi itu lebih dipicu pelemahan tajam yen menjelang BoJ meeting yang akan disimpulkan siang nanti di mana data Jepang yang belum begitu baik mengangkat ekspektasi BoJ yang akan lebih dovish.

"Harga minyak yang terus terpuruk akibat konflik di Timur Tengah juga menjaga USD untuk tetap kuat," pungkas Rangga.


(ABD)