AKR Corporindo Bidik Pertumbuhan Penjualan 20-25%

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:08 WIB
akr corpindo
AKR Corporindo Bidik Pertumbuhan Penjualan 20-25%
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membidik tingkat pertumbuhan penjualan di kisaran 20-25 persen‎ dari total pendapatan yang diraup sebesar Rp15,21 triliun di 2016.

Selama 2016, AKR Corporindo mencetak pendapatan sebesar Rp15,21 triliun. Jumlah itu mengalami penyusutan 23,03 persen dari posisi pendapatan Rp19,76 triliun di 2015. Pendapatan yang turun membuat laba turun menjadi Rp1,01 triliun, dari posisi Rp1,03 triliun di 2015.

"Membaiknya harga minyak dunia dan mulai naiknya penjualan kawasan industri di Teluk Lamong, Gresik, Jawa Timur diharapkan memberi kontribusi besar bagi pendapatan perseroan. Tahun ini kita harapkan penjualan naik 20-25 persen‎," ungkap Direktur AKR Corporindo V Suresh dalam keterangannya yang diterima media, Jumat 21 April 2017.

Menurut dia, ‎perseroan sudah menyiapkan sejumlah aksi korporasi, seperti join venture dengan British Petroleum untuk pengembangan bisnis ritel jaringan pemasaran bahan bakar minyak nonsubsidi di Jakarta, Surabaya dan Bandung. "‎Saat ini kita sudah mengoperasikan sebanyak 129  SPBU dan akan bertambah 145 unit SPBU," jelas Suresh.

Sumber pendanaan, kata dia, akan diambil dari belanja modal yang disiapkan perseroan tahun ini sekitar Rp300 miliar-Rp500 miliar di tahun ini. ‎Selain membangun jaringan SPBU baru, perseroan juga akan menambah tangki-tangki penyimpan BBM di Jakarta, Surabaya dan Semarang.

"Dana capex akan kita gunakan kas perusahaan. Kalau tidak cukup bisa cari pinjaman ke bank," ungkap Suresh.

Tren positif penjualan, sambung dia, sudah terlihat ‎dari kawasan industri di Teluk Lamong yang dikelola perseroan bersama PT Pelindo III.

"Kita sudah mampu menjual sekitar 25 persen lahan dari 800 hektare (ha) yang disiapkan dalam tahap I. ‎Saat ini, kontribusi pendapatan dari kawasan industri dan pelabuhan di Teluk labong masih sekitar 10 persen. Kita harapkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi bisa naik menjadi 20-25 persen dari total pendapatan," pungkas Suresh.‎


(AHL)