Setelah Jatuh Tajam

Indeks Diprediksi Siap Balik Menguat ke Level 6.000

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 10 Jul 2017 08:30 WIB
ihsg
Indeks Diprediksi Siap Balik Menguat ke Level 6.000
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan kedua di Juli ini diprediksi akan berbalik menguat ke level 6.000. Kondisi itu dinilai akan terjadi setelah pelaku pasar meredam jatuhnya gerak indeks di akhir pekan kemarin.

"Pelaku pasar bisa tahan jatuhnya indeks, tidak lebih dari level 5.814. Jika indeks bisa ditahan di level 5.850 maka indeks akan menguat 100 poin di atas level 5.850 atau ke 6.000," kata Analis Senior PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 10 Juli 2017.

Sementara itu, Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya menambahkan, indeks pada pekan kedua di bulan ini masih akan menunjukkan kemampuan untuk bergerak menguat cukup besar. Diharapkan sejumlah sentimen positif datang dan mendukung kondisi tersebut.

"Saat ini support IHSG terlihat masih terjaga cukup kuat, sehingga konsolidasi wajar akan dilalui oleh IHSG untuk kembali membentuk momentum kenaikan lanjutan," ucap William.

Sekarang ini, masih kata William, IHSG memiliki support terdekat yang akan berupya dipertahankan pada level 5.801, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 5.911. Peluang koreksi wajar, tambah William, masih ada.

"Artinya, bisa dimanfaatkan oleh pelaku pasar untuk mengakumulasi pembalian. Sebab, dalam rentang investasi jangka panjang indeks berada di jalur uptrend," tuturnya.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).

Kemudian, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA