Benahi Bisnis, Blue Bird Jual 50 Armada Mercedez-Benz E-200

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:07 WIB
blue bird
Benahi Bisnis, Blue Bird Jual 50 Armada Mercedez-Benz E-200
Blue Bird jual armada Mercedes-nya. (FOTO: MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Emiten penyedia jasa transportasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) sedang membenahi perseroan demi terciptanya bisnis yang lebih positif untuk ke depannya. Langkah yang akan dilakukan perseroan adalah dengan menjual beberapa mobil mewah type Mercedez-Benz E-200 di harga Rp180 juta.

Perseroan akan menjual sebanyak 50 mobil mewah Mercedez-Benz E-200. Mobil tersebut adalah mobil bekas, atau yang sudah pernah dipakai oleh sopir manajemen Blue Bird.

‎General Manager Used Car Blue Bird Hery Sugiarto mengungkapkan jika harga asli mobil tersebut senilai Rp210 juta. Namun manajemen memberikan diskon untuk para masyarakat, pelanggan setia yang datang dari Blue Bird.

"Kami menjual mobil bekas taksi Silver ini dengan harga jauh di bawah pasaran. ‎Penjualan mobil ini, kami undang untuk melihat langsung," ucap Hery dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/10/2016).

Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung mobil Mercy E-200 kompressor tersebut, diakui Hery‎, bisa mendatangi langsung tiga pool Blue Bird yang berada di Warung Buncit, Kramat Jati, dan Ciputat.

Pembelian mobil sedan mewah bekas taksi ini, tutur Hery, dapat memanfaatkan ‎fasilitas berupa garansi selama tiga bulan atau hingga 3.000 kilometer (km). Lalu bagi yang ingin tampilan mobilnya lebih kece dapat memanfaatkan tawaran upgrade atau modifikasi yang disediakan Blue Bird.

Bukan kali ini saja, sambung Hery, karena perusahaan banyak stok mobil yang tersedia bagi masyarakat. Pasalnya setiap lima tahun masa pakai mobil harus diremajakan. Tujuannya, untuk melakukan efisiensi demi terjadinya bisnis yang sehat.

‎"Stok kami jamin tersedia karena setiap lima tahun masa pakai pasti ada peremajaan di armada kami," tutup Hery.

Sekadar informasi, Direktur Keuangan (Independen) Fransetya Hutabarat sebelumnya mengatakan, perusahaan memiliki program khusus demi menggenjot kinerja bisnis yang sudah menurun di semester I-2016 karena tersaingi oleh transportasi yang berbasis aplikasi online, seperti Go-Jek, GrabCar Indonesia, dan Uber.

Salah satu langkah yang dilakukan, manajemen lebih berhati-hati menggelontorkan dana belanja modal (capex). Dana capex yang tadinya di awal 2016 sebesar Rp2 triliun direvisi menjadi Rp1,2 triliun.

"Capex juga dikurangi, kita lebih peremajaan, mengawasi opex. Capex jadi Rp1,2 triliun untuk peremajaan, itu awalnya dari Rp2 triliun. Kita harapkan tahun ini growth conservatif di akhir 2016 mungkin sekitar 5-10 persen," kata Fransetya.


(AHL)