Laba PGN Tergerus 24,4% ke USD304,32 Juta

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 17 Mar 2017 18:01 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
Laba PGN Tergerus 24,4% ke USD304,32 Juta
Ilustrasi PGN. (FOTO: Antara/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) membukukan penurunan laba sebesar USD304,32 juta di 2016. Jumlah tersebut turun 24,14 persen dari posisi USD401,19 juta di akhir 2015.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, perseroan diklaim tetap membukukan laba ditingkat tersebut atau setara dengan Rp4 triliun. Apalagi harga minyak yang mengalami penurunan signifikan di tahun lalu, serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi.

"Kami melakukan berbagai upaya yang diperlukan sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," ungkap Heri Yusup dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

‎Posisi laba yang turun karena pendapatan perseroan merosot sebesar 4,36 persen menjadi USD2,93 miliar dibandingkan akhir 2015 yang masih sebesar USD3,06 miliar. Beban pokok pendapatan mencapai USD2,11 miliar atau menyusut 2,75 persen dari posisi sebesar USD2,04 miliar di 2015.

Sementara laba kotor juga turun 7,91 persen menjadi USD886,93 juta di Desember 2016 bila dibanding posisi di akhir 2015 sebesar USD963,11 juta. Sedangkan laba operasi di 2016 sebesar USD444,2 juta, turun 20,27 persen dari USD557,24 juta. A‎dapun EBITDA di tahun 2016 sebesar USD807 juta.

Selama periode Januari-Desember 2016, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 1.599 million standard cubic feet per day (MMSCFD), naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.591 MMSCFD.

Rinciannya, sepanjang 2016 volume gas distribusi sebesar 803 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 802 MMSCFD dan volume transmisi atau pengangkutan gas bumi sebesar 796 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 789 MMSCFD.

Heri menyebutkan‎, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

"‎PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional," tutur Heri.

Di 2016, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 252 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.278 km atau setara dengan 80 persen pipa gas bumi hilir nasional. D‎ari infrastruktur gas bumi tersebut, PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 165.392 pelanggan rumah tangga; 1.929 pelanggan sektor UMKM, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan; serta 1.652 industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik.

Sejumlah proyek yang telah diselesaikan PGN dengan tepat waktu seperti proyek pipa gas Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km. Kemudian PGN juga menyelesaikan proyek di ruas Jetis-Ploso di wilayah Mojokerto sampai Jombang sepanjang 27 km. Juga proyek ruas Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.‎


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA