IHSG Sesi Siang Masih Bertahan di Jalur Hijau

Angga Bratadharma    •    Senin, 19 Jun 2017 12:31 WIB
ihsg
IHSG Sesi Siang Masih Bertahan di Jalur Hijau
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi siang mampu bertahan di jalur hijau. Membaiknya pergerakan ekonomi Indonesia sedikit banyak memberikan kekuatan bagi 'otot-otot' IHSG untuk tidak terhempas ke zona pelemahan.

IHSG Senin 19 Juni 2017, perdagangan siang terpantau mengalami penguatan sebanyak 10,54 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 5.734. Sedangkan LQ45 menguat sebanyak 1,14 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 961 dan JII menguat sebanyak 0,21 poin atau setara 0,0 persen ke posisi 733.

Siang ini, seluruh sektor bergerak tidak beraturan dalam artian ada yang melemah dan ada yang menguat. Sektor pertambangan melemah 5,84 poin dan sektor manufaktur melemah 1,11 poin. Sedangkan sektor infrastruktur menguat 5,27 poin dan sektor perkebunan menguat 1,12 poin.

Adapun volume perdagangan siang tercatat sebanyak 3,4 miliar lembar saham senilai Rp1,5 triliun. Sebanyak 144 saham mengalami penguatan, sebanyak 169 saham mengalami pelemahan, sebanyak 103 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan, dan sebanyak 172 saham tidak mengalami perdagangan.

Sementara itu, Kepala Analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas William Suryawijaya‎ mengungkapkan, pada‎ awal pekan menjelang libur Lebaran, IHSG diperkirakan akan kembali diwarnai aksi jual para investor jangka pendek.

"Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh terhadap pola pergerakan IHSG dalam jangka pendek hingga usai libur Lebaran," ‎tutur William.

Jjika terjadi koreksi wajar, maka diharapkan kondisi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang untuk mengakumulasi pembelian pada saham-saham yang sudah menngalami penunurunan harga lebih rendah. K‎eputusan untuk mengakumulasi pembelian itu tentunya sejalan dengan kondisi jangka menengah dan panjang pada IHSG yang masih berada di jalur uptrend.

"Saat ini support IHSG berada di level 5.676, sedangkan target resisten di level 5.837. ‎Hari ini juga terdapat rilis data perekonomian, seperti penjualan mobil yang akan mendorong kenaikan indeks," pungkas William.


(ABD)