Impact Pratama Bidik Penjualan Rp1,32 Triliun di 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 17 Jun 2017 12:14 WIB
impack pratama industri
Impact Pratama Bidik Penjualan Rp1,32 Triliun di 2017
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)‎ memperkirakan bisa meraih penjualan sebesar Rp1,32 triliun di 2017, atau naik 16,6 persen dari porsi sebesar Rp1,13 triliun di akhir 2016.

"Dengan proyeksi penjualan tersebut, maka posisi laba bersih perseroan diprediksi bisa menjadi sebesar Rp130 miliar. Angka itu naik 26,7 persen dari posisi Rp102 miliar di akhir 2016," kata Direktur Utama Impact Pratama‎ Haryanto Tjiptodihardjo, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 17 Juni 2017.

Sepanjang tahun lalu, menurut dia, perseroan meraih laba yang tampil baik. Posisi laba naik 33,53 persen, dari porsi Rp76,79 ‎miliar di 2015 menjadi Rp102,54 miliar.

Walaupun optimistis bisa meraih kinerja yang positif di tahun ini, perseroan yakin ‎masih akan menjumpai sejumlah tantangan, antara lain kondisi perekonomian yang belum membaik, daya beli konsumen yang masih lemah, penciptaan peluang-peluang baru baik di pasar retail maupun di pasar proyek.

"Kami tetap optimistis meraih peluang baru baik di pasar retail maupun di pasar proyek, tentunya dengan berbagai strategi-strategi yang disiapkan oleh kami," ucap Haryanto.

Strategi yang akan dijalankan, dia menyebutkan, ‎seperti peningkatan volume penjualan di bidang distribusi retail. Perseroan telah menambah satu line ‎mesin Alderon type R pada April lalu. Hal itu guna memenuhi permintaan pasar yang meningkat pesat‎. Total kapasitas Alderon Retail menjadi 6000 ton per tahun.

Untuk segmen pasar proyek, perseroan secara agresif mencari peluang-peluang proyek infrastruktur, pertanian, peternakan, perkebunan, dan pabrik-pabrik kimia‎. Sejak 31 Maret 2017, perseroan telah bekerjasama dengan Covestro Thailand Co., Ltd (perusahaan multinasional Jerman) dalam mengembangkan Inclusive Business (IB) untuk pasar ASEAN. ‎Inclusive Business adalah sebuah program kerjasama dengan tujuan mulia untuk meningkatkan efisiensi produktivitas hasil produksi kelompok tani dan meningkatkan pendapatan atau penghasilan kelompok tani.

"Kami juga ekspansi melalui akuisisi. Akuisisi bisnis Sealant dan Adhesive di Malaysia-Oci Holdings Berhad Malaysia, agar bisa m‎enambah variasi sealant yang sudah diproduksi Impack Group dalam memberi variasi pilihan ke market. Dan masih banyak lagi sinergi dengan produk-produk yang kami miliki," pungkas dia.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

6 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA