Investasi Reksa Dana Berdasarkan Pembagian Dividen

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 14 Jun 2017 12:59 WIB
reksa dana
Investasi Reksa Dana Berdasarkan Pembagian Dividen
Presiden Direktur dan CEO Pinnacle Invesment Guntur Putra (tengah). (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Faktor dividen sudah terbukti menjadi kunci sukses atas kinerja saham secara jangka panjang di pasar modal Indonesia. Investasi yang dilakukan emiten secara konsisten pun bisa meningkatkan porsi dividen yang diberikan.

Presiden Direktur dan CEO Pinnacle Invesment Guntur Putra mengatakan, saat ini instrumen investasi yang memiliki saham berdasarkan return dividen emiten masih minim, bahkan belum ada sama sekali.

Maka dari itu, Pinnacle Invesment memperluas platform SMART ETF dengan peluncuran Pinnacle Core High Dividend ETF (XPDV). Adapun XPDV ini adalah produk reksa dana yang memilih saham berdasarkan pembagian dividen oleh emiten.

"XPDV akan fokus kepada emiten yang memiliki kualitas fundamental yang baik dengan tingkat likuiditas yang tinggi di Indonesia dan secara historis mempunyai rekam jejak yang konsisten dalam membagikan dividen lebih tinggi dibandingkan emiten lainnya," kata Guntur, ditemui di Gedung BEI‎, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu 14 Juni 2017.




Strategi XPDV, menurut dia, ‎menggunakan single factor model atau faktor dividen, serta dirancang untuk semua jenis investor yang mencari kinerja lebih baik dari saham Indonesia. Tapi, pada saat yang bersamaan XPDV juga mempertahankan tingkat risiko dan likuiditas yang sama dengan pasar saham Indonesia.

"XPDV menjadi ETF pertama di Indonesia yang fokus kepada tingkat pengembalian dividen. Karakteristik faktor dividen XPDV juga dapat digunakan sebagai langkah defensif terhadap pendapatan saham selama terjadinya ketidakpastiaan pasar," ungkap Guntur.

Guntur menambahkan, Pinnacle bakal menggandeng kembali Indopremier Sekuritas sebagai dealer partisipan dan menunjuk BCA sebagai Bank Kustodian.

"Smart ETF didasarkan pada faktor alpha yang telah teruji secara konsisten dan telah melewati berbagai kondisi pasar. Faktor alpha dapat memecahkan masalah klasik investor. Tetap investasi di pasar yang fluktuasi atau tidak tentu," pungkas Guntur.

 


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA