Gerak Imbal Hasil SUN Tertahan

Angga Bratadharma    •    Senin, 15 May 2017 12:03 WIB
surat utangobligasi
Gerak Imbal Hasil SUN Tertahan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kenaikan imbal hasil UST tertahan karena inflasi yang bergerak rendah dan pelemahan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) bisa tertahan. Koreksi imbal hasil UST setelah kenaikan tajam sebelumnya bisa mendorong penurunan imbal hasil obligasi global.

"Inflasi AS yang melambat mulai mengoreksi harapan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target pada FOMC meeting Juni 2017 mendatang yang saat ini sedang meninggi," kata Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Sementara itu, harga komoditas yang kenaikannya masih terbatas juga menjaga ekspektasi inflasi ke depan dan tidak setinggi sebelumnya. Imbal hasil SUN yang mengalami kenaikan di sepanjang minggu lalu diperkirakan mulai tertahan kenaikannya walaupun untuk turun drastis belum ada dukungan melihat keterbatasan sentimen positif.

"Dari domestik, ketidakpastian kenaikan peringkat S&P semakin meninggi di tengah kisruh politik dalam negeri. Selain itu, survei inflasi BI hingga tengah Mei 2017 menunjukkan potensi inflasi tahunan yang semakin cepat," ungkap Rangga.

Sedangkan tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan dan penguatan USD tertahan. Dengan sebelumnya konsisten menguat, dolar index terus terkoreksi merespons turunnya inflasi AS di saat laporan keuangan emitan AS tidak begitu baik.

"Harapan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target pada FOMC meeting Juni 2017 mendatang yang sempat melonjak, saat ini mulai melunak. Kembalinya penguatan harga minyak mentah juga melawan balik sentimen penguatan USD," pungkas Rangga.

 


(ABD)