Perkembangan Pasar Modal

25 Tahun BEI, Mantan Dirut: Broker Sekarang Malas

Desi Angriani    •    Kamis, 13 Jul 2017 12:00 WIB
bei
25 Tahun BEI, Mantan Dirut: Broker Sekarang Malas
Dirut Utama BEI periode 2002-2009 Erry Firmansyah. (Foto: MTVN/Desi Angriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memperingati 25 tahun usia PT Bursa Efek Indonesia, Dirut Utama BEI periode 2002-2009 Erry Firmansyah mencermati perkembangan bursa yang semakin matang sebagai lembaga penunjang pasar modal.

Hal itu dilihat dari kapitalisasi yang terus bertambah dari tahun-tahun sebelumnya. Kapitalisasi pasar bursa sempat tembus dengan rekor tertinggi Rp6.050,1 triliun. Pencapaian rekor tertinggi kapitalisasi pasar itu membuktikan bahwa perdagangan efek di BEI semakin prospektif dan kian likuid.

"Ya ini sudah bagus, dulu Rp300 miliar per hari," ujar Erry kepada Metrotvnews.com di Mainhall Gedung BEI, Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Dia berharap nilai kapitalisasi pasar dapat terus tumbuh sejalan dengan peningkatan level indeks harga saham gabungan (IHSG). Dengan begitu dapat memberikan imbal hasil bagi para investor di pasar modal Indonesia.

Namun demikian, Erry mengkritik kerja broker atau perusahaan efek yang saat ini lebih mementingkan ekuitas daripada mengembangkan produk investasi. Padahal dengan banyaknya produk akan mengundang minat investor untuk bermain di pasar modal.

"Secara produk bagus, cuma sekarang brokernya pada malas. Maunya dagang ekuiti saja enggak perlu investor lagi," ungkap dia.

Adapun  jumlah investor di pasar modal pada kuartal I-2017 mencapai 930.000 akun. Sementara itu, investor baru di pasar modal Indonesia meningkat 23,47 persen atau 101.887 single investor identification (SID) sepanjang 2016.

 


(AHL)