Pasar Bergejolak, Wahana Vinyl Tunda IPO Rp1,5 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 04 May 2018 10:09 WIB
emitenipo
Pasar Bergejolak, Wahana Vinyl Tunda IPO Rp1,5 Triliun
Pekerja beraktivitas di pusat produksi pipa Rucika di Cibitung, Jawa Barat. (FOTO: dok Rucika)

Jakarta: PT Wahana Vinyl Nusantara, produsen pipa di Indonesia dengan brand Rucika, memutuskan untuk tidak melanjutkan proses permohonan pencatatan saham sehubungan dengan rencana IPO saham perseroan di pasar modal Indonesia.

Sebelumnya, perseroan ‎berencana IPO pada kuartal II-2018. Perseroan pun siap melepas 20 persen saham ke publik dengan target perolehan dana sekitar Rp1,5 triliun.

Chief Financial Officer Wahana Vinyl Nusantara Troy mengatakan penundaan penarikan dari proses IPO saham dilakukan setelah perseroan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar modal belakangan ini.

"Meski demikian, perseroan tetap bermaksud untuk melakukan IPO pada masa yang akan datang, sambil terus mengevaluasi kondisi perekonomian makro dan pasar modal," kata Troy dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Mei 2018.

Wahana Vinyl Nusantara telah menggeluti lebih dari 40 tahun pasar perpipaan Indonesia. Perseroan merupakan induk usaha PT Wahana Duta Jaya Rucika (WDJR) dan PT Wahana Tunas Utama Rucika (WTUR), termasuk dua depo operasi, yaitu PT Djabesdepo Fortuna Raya (DFR) di Surabaya dan PT Djabesdepo Fortuna Medan (DFM) di Medan.

Perseroan memiliki empat pusat produksi yang tersebar di Jawa Barat (Cibitung, Karawang, dan Lemahabang), serta di Jawa Timur (Ngoro-Mojokerto) dengan kapasitas total di atas 200 ribu ton.

Selain itu, perseroan juga memiliki tiga pusat distribusi yang berlokasi di Tangerang, Medan dan Kutorejo. Fasilitas itu untuk mendukung pasokan produk dengan solusi perpipaan yang lengkap dan konsisten di seluruh Indonesia.

Terkait ekspansi bisnis, Troy mengaku, selain dengan Wavin BV (Belanda), perseroan mulai menjalin hubungan dengan perusahaan internasional lainnya, seperti brand Maezawa (Jepang) dan Ke Kelit (Austria).

Selain itu perseroan juga terus membina hubungan baik dengan para penyalur, serta pemilik toko bahan bangunan di seluruh Indonesia.

"Perseroan telah terhubung dengan lebih dari 100 penyalur yang melayani lebih dari 30 ribu toko bangunan di 66 kota di seluruh Indonesia‎," sebut dia.


(AHL)