Terdampak Pelemahan Rupiah, Mark Dynamics Perbesar Ekspor

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 07 Sep 2018 16:25 WIB
emiten
Terdampak Pelemahan Rupiah, Mark Dynamics Perbesar Ekspor
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS (USD) yang nyaris menembus Rp15 ribu per USD mempengaruhi sejumlah kenaikan komponen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK). Meski demikian, MARK tetap bisa menekan dampak negatif dengan cara memperbesar pangsa pasar ekspor.

Presiden Direktur Mark Dynamics Indonesia mengatakan fluktuasi nilai rupiah memang sangat tajam mempengaruhi struktur biaya produksi perusahaan. Tapi, perusahaan juga mendapat berkah dari selisih kurs penjualan ekspor ke pasar luar.

"Meski sebagian besar komponen biaya kami berdenominasi USD, penjualan kami mayoritas untuk pasar ekspor, sehingga kami membukukan pendapatan lebih tinggi dari selisih kurs," ucap Ridwan dalam keterangan resminya, Jumat, 7 September 2018.

Ridwan mengatakan emiten yang memproduksi sarung tangan karet ini memiliki struktur biaya produksi dengan komponen impor yang tinggi, dengan kisaran sekitar 50 persen dari total biaya. Porsi bahan baku, perusahaan juga sudah mengamankan persediaan untuk periode tertentu.

Hingga saat ini, porsi ekspor perusahaan mencapai 90 persen dari total penjualan perseroan. Komposisi ekspor yang sangat dominan tersebut menjadi skema natural hedging bagi perseroan, dengan begitu mampu mempertahankan struktur biaya rendah.

"Adanya natural hedging, maka kita optimistis dengan target yang ada di tahun ini akan tercapai sesuai yang diinginkan oleh perusahaan," jelas dia.

Hingga semester I-2018, pendapatan perusahaan telah mencapai Rp155,45 miliar, dari target sebesar Rp310,5 miliar hingga akhir 2017. Porsi laba bersih mencapai Rp72 miliar pada 2018. Enam bulan pertama tahun ini, laba telah mencapai Rp36,54 miliar.

Berdasarkan historis yang pernah terjadi di 2016 dan 2017, dampak pelemahan rupiah terjadi pada saat itu. Tapi, penyusutan rupiah bisa diantisipasi dengan baik oleh perusahaan. "Kondisi di dua tahun lalu tidak memberikan pengaruh ke kita. Begitu juga saat ini, perusahaan akan stabil yang mengarah ke peningkatan kinerja," pungkas dia.


(AHL)