IHSG Berpeluang Terkoreksi

Angga Bratadharma    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:45 WIB
ihsgbeipasar modal
IHSG Berpeluang Terkoreksi
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)

Jakarta: Bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup pada teritori positif, di mana Samuel Sekuritas melihat pergerakan positif tersebut lebih dikarenakan oleh dua hal. Pertama mulai meredanya kekhawatiran investor atas ketidakpastian seputar reformasi pajak AS. Kedua, data inflasi AS yang akan dirilis pada pekan ini.

"Sementara itu, bursa utama Eropa cenderung ditutup melemah, seiring dengan turunnya saham–saham berbasis keuangan," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Pada Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup datar pada level 6.021,46 seiring lemahnya sebagian besar pasar Asia Pasifik dan Eropa. Samuel Sekuritas melihat pergerakan IHSG, khususnya hari ini, berpotensi melemah, turut terpengaruh oleh tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD, melemahnya bursa regional Asia, dan negatifnya EIDO.

Selain itu, lanjutnya, potensi terkoreksinya indeks hari ini juga dikarenakan terbatasnya berita domestik yang mampu menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks. Sebagai informasi tambahan, pesimisme mengenai prospek pemangkasan pajak di AS membantu menyeret ekuitas global turun.

"Serta meningkatkan volatilitas pada pasar saham pada beberapa waktu lalu. Selain itu, Indeks MSCI akan kembali melakukan perubahan komposisi portofolio di bulan ini," sebut Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 17,49 poin atau 0,07 persen menjadi 23.439,70. Kemudian S&P 500 naik 2,54 poin atau 0,10 persen menjadi 2.584,84. Indeks Nasdaq Composite naik 6,66 poin atau 0,10 persen menjadi 6.757,60.

Namun, meningkatnya kekhawatiran muncul setelah Senat Republik pada Kamis meluncurkan sebuah rencana untuk merombak kode pajak AS yang mengandung perbedaan penting dari rencana pajak DPR yang sebanding. RUU Senat akan menunda pemotongan tarif pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 20 persen sampai 2019.


(ABD)