PP Presisi Cetak Pendapatan Rp1,8 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 12 Mar 2018 16:21 WIB
pt pp presisi
PP Presisi Cetak Pendapatan Rp1,8 Triliun
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).

Jakarta: PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba bersih sebesar Rp245 miliar sepanjang 2017 atau meningkat 498 persen dari sebesar Rp41 miliar untuk periode yang sama 2016. Sementara posisi EBITDA perseroan sebesar Rp584 miliar.

Peningkatan signifikan laba bersih konsolidasian tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan konsolidasian sebesar 389 persen dari Rp371 miliar menjadi Rp1,8 triliun di akhir 2017.

Peningkatan pendapatan konsolidasian tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan civil work sebesar 617 persen dari Rp197 miliar menjadi Rp1,4 triliun, yang merupakan pendapatan berasal dari proyek tol Bakauheni-Sidomulyo, proyek tol Pandaan-Malang, proyek tol Manado-Bitung, proyek bendungan Way Sekampung, proyek bendungan Leuwi Keris, proyek pengendalian lahar Sinabung, dan beberapa proyek carry over dari tahun sebelumnya.

"Transformasi bisnis yang dilakukan sejak 2014 telah membuahkan hasil, tercermin dari peningkatan pendapatan dan laba bersih secara signifikan. Pertumbuhan unorganik di 2017 merupakan tonggak sejarah yang signifikan, melengkapi pertumbuhan organik untuk meningkatkan engineering capacity dalam upaya untuk memperkuat positioning PP Presisi sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi terkemuka di Indonesia," kata Direktur Utama PP Presisi Iswanto Amperawan, dalam siaran persnya, Senin, 12 Maret 2018.

Selain pendapatan civil work yang berkontribusi sebesar 78 persen, peningkatan pendapatan konsolidasian PPRE juga disebabkan oleh peningkatan signifikan pendapatan ready mix/batching plant sebesar 138 persen dari Rp69 miliar menjadi Rp163 miliar. Peningkatan pendapatan ready mix/batching plant secara signifikan tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan civil work karena model bisnis ready mix/batching plant merupakan business-to-business (B2B) yang biasanya terkait langsung dengan civil work.

"Pendapatan ready mix atau batching plant ini berkontribusi sebesar sembilan persen terhadap total pendapatan konsolidasian. Kontributor lainnya terhadap pendapatan konsolidasian adalah formwork dan penyewaan alat berat sebesar 13 persen," jelas dia.

Peningkatan pendapatan yang signifikan tersebut diikuti oleh keberhasilan perseroan mengelola beban pokok penjualan dan biaya operasional secara simultan sehingga Perseroan juga berhasil membukukan peningkatan laba kotor dan laba operasi secara signifikan masing-masing sebesar 369 persen dan 379 persen. Laba kotor meningkat dari Rp95 miliar menjadi Rp446 miliar. Sedangkan laba operasi meningkat dari Rp81 miliar menjadi Rp389 miliar.

"Profitabilitas meningkat, tercermin dari peningkatan margin laba bersih dari 11 persen menjadi 13 persen di akhir Desember tahun lalu," sebut dia.

Rasio Lancar mengalami peningkatan dari 0,8X (2016) menjadi 1,9X (2017) seiring dengan peningkatan kas dan setara kas sebagai imbas dari peningkatan cashflow operasional dari Rp110 miliar menjadi Rp351 miliar. Peningkatan piutang usaha dari Rp101 miliar menjadi Rp602 miliar yang sebagian besar 58 persen merupakan piutang lancar.

"Peningkatan kinerja operasional PP Presisi secara signifikan, mendukung kinerja dan kondisi keuangan semakin solid, meningkatkan balance sheet capacity sebagai landasan kuat bagi PP Presisi untuk pengembangan bisnis di masa mendatang," pungkas dia.


(AHL)


Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

Pengalihan Komando BP Batam Disebut Membuat Gaduh

3 hours Ago

Pengalihan komando Pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam kepa…

BERITA LAINNYA