Kondisi Eksternal tak Kondusif Gerus Pendapatan Emiten MTRA

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 26 Jan 2018 12:38 WIB
emiten
Kondisi Eksternal tak Kondusif Gerus Pendapatan Emiten MTRA
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/M. Rizal)

Jakarta: Kondisi eksternal yang kurang kondusif membuat kinerja PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) ‎mengalami penurunan. Pendapatan usaha perusahaan mengalami penurunan 26,09 persen menjadi Rp245,68 miliar di 2017 dari posisi pendapatan Rp332,41 miliar di akhir 2016.

"Kami dalam perkembangan usahanya telah sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi kesenjangan infrastruktur antardaerah. Hal ini penting sebagai kontribusi atas peningkatan produktivitas dan efisiensi yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Direktur Utama Mitra Pemuda Bisman Novel Simatupang, ditemui dalam paparan publik perusahaan di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 26 Januari 2018.

Adapun untuk perolehan komposisi kontrak, perseroan telah meraup proyek-proyek BUMN sebesar Rp97,58 miliar atau naik 31 persen ‎dari posisi Rp65,94 miliar di akhir 2016. Sedangkan untuk proyek-proyek yang berasal dari non BUMN tercatat Rp65,94 miliar atau turun 29 persen dari Rp173,8 miliar di 2016.

"Industri swasta yang masih menahan investasi menjadi kontributor penurunan pendapatan perseroan. Sementara proyek konstruksi pemerintah memiliki jangka waktu proses yang lebih panjang, sehingga kami membatasi dalam mengerjakan proyek yang berasal dari perusahaan kon‎struksi negara," jelas Bisman.

Direktur Keuangan MTRA Bennedict Edeli menyatakan telah melakukan berbagai efisiensi di tahun lalu. Sebagai langkah antisipasi, perusahan telah mencanangkan program efisiensi sejak awal 2016 lalu yang mencakup tidak hanya pengelolaan proyek akan tetapi juga dalam pengendalian biaya operasional.

Bennedict mengaku keberhasilan dalam efisiensi membuat tercapainya laba usaha yang naik empat persen menjadi Rp9,8 miliar. Pencapaian tersebut masih berada dalam batas rata-rata industri sejenis di Indonesia.

Langkah efisiensi lainnya meliputi intensifikasi pelanggan dari yang telah ada saat ini, meneruskan kajian terhadap struktur biaya di proyek. Sehingga tidak hanya dapat lebih kompetitif dalam tender-tender yang akan diikuti.‎ Akan tetapi juga dapat membuat pelaksanaan proyek yang sedang berjalan dapat lebih menguntungkan.

"Hingga kini kami turut terlibat pula dalam konstruksi umum yang mengkhususkan diri dalam struktur baja, di mana pada tahun lalu kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan China United Engineering Corporation (CUC), guna mendukung MTRA menggarap proyek-proyek besar. Untuk hal ini, kami telah melakukan proses pengerjaan pembangunan pabri PT Roca Industries Indonesia di Cikupa," tukas Bennedict.


(AHL)