Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat Tipis di Rp13.518/USD

Angga Bratadharma    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Perdagangan Pagi Dibuka Menguat Tipis di Rp13.518/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi terpantau menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di Rp13.560 per USD. Nilai tukar rupiah mampu menguat meski ada beberapa sentimen negatif yang datang dari dalam negeri dan luar negeri.

Mengutip Bloomberg, Rabu 30 November, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi berada di posisi Rp13.518 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.518 per USD sampai Rp13.573 per USD dengan year to date return di minus 1,65 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.540 per USD.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap USD masih tertekan ketika USD mulai lemah di Asia dan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta Surat Utang Negara (SUN) menjalani momentum penguatannya usai pelemahan tajam. Ketidakpastian ekonomi global perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap gerak rupiah.

Baca: Rupiah Berpeluang Bergerak Menguat

"Tekanan permintaan USD yang biasanya tinggi di akhir bulan serta ketidakpastian atas demonstrasi pada Jumat mendatang diduga menjadi penyebab. Tetapi dalam jangka pendek penguatan rupiah diperkirakan akan muncul sesaat," kata Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.


Sumber: Bloomberg

Sedangkan USD masih lemah dan di sisi lain Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) direvisi naik. Dolar index terus melemah hingga perdagangan semalam mengoreksi penguatan tajamnya yang dimulai dua minggu lalu. Bahkan revisi naik pertumbuhan PDB serta naiknya consumer confidence index AS gagal mengembalikan penguatan dolar index.

Baca: Sentimen Domestik, Rupiah Melemah 28 Poin

"Harga minyak terkoreksi tajam menjelang pertemuan OPEC hari ini setelah Iran dan Irak masih belum sepakat mengenai jumlah pembatasan produksi minyaknya," tutup Rangga.

 


(ABD)

Warga Kulit Hitam Gelar Demo Anti Trump

Warga Kulit Hitam Gelar Demo Anti Trump

1 day Ago

Suara sumbang kemenangan Donald Trump dalam Pilpes AS kembali terjadi. Ratusan warga kulit hita…

BERITA LAINNYA