Struktur Hukum Ganjal BI Bentuk Perusahaan Pembiayaan Sekuritas

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Oct 2016 19:08 WIB
bank indonesia
Struktur Hukum Ganjal BI Bentuk Perusahaan Pembiayaan Sekuritas
Illustrasi. ANTARA/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) mengungkapkan struktur hukum industri keuangan Indonesia belum bisa menjadikan Bank Indonesia (BI) ikut mengambil peran bersama dengan SRO pasar modal dalam memberi modal untuk membentuk perusahaan pembiayaan sekuritas (securities financing).

"Untuk sementara ini industri pasar modal kita belum memungkinkan BI berperan memberi modal ke SRO dalam membentuk securities financing," jelas Direktur Utama KPEI Hasan Fawzi ditemui di ‎Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (13/10/2016). 

Menurut Hasan, peran bank sentral dalam membiayai di industri pasar modal sudah dijalankan di Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Karena, kedua negara itu sudah didukung oleh struktur hukum yang jelas. Namun, di Indonesia masih ada kendala dari beberapa aturan BI.

"Nantinya, securities financing bentukan SRO akan membiayai sekuritas terkait penyediaan dana bagi investor yang akan melakukan transaksi margin," jelas Hasan.

Hasan mengharapkan, pembentukan securities financing membutuhkan dana awal sebesar Rp3 triliun. Dana itu bisa didukung dari lembaga asuransi dan dana pensiun.

"Dari internal SRO sebesar Rp1 triliun, dari pihak ketiga Rp1 triliun dan sisanya dari penerbitan surat berharga," tutur Hasan.

Untuk besaran nilai pembiayaan kepada perusahaan sekuritas (broker) dalam fasilitas transaksi margin, sambung Hasan, akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing broker. 

"Pada saat ini, setidaknya ada sekitar 70 broker yang tawarkan fasilitas transaksi margin," ujar Hasan.

Meski begitu, Hasan memberi sinyal, dirinya akan mengutamakan pembiayaan kepada broker yang mempunyai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) minimal sebesar Rp250 miliar. 

"Kami akan buat skema, nanti broker bisa meminjam untuk transaksi di akhir hari. Agar dana pembiayaan tidak bertahan lama di sekuritas," pungkas Hasan.



(SAW)